Rosyid Akhmadi saat menerima penghargaan Inacraft Award 2018(Foto: Dok Kemenperin)

Rosyid Akhmadi Binaan Kemenkop UKM Raih Sukses dari Bahan Dasar Bambu

 

Trubus.id -- Di Indonesia pengolahan bambu menjadi alat serbaguna bukanlah hal yang baru. Seperti alat musik tradisional dari bahan dasar bambu, layaknya alat musik pukul, tiup, hingga petik. Namun ditangan pengrajin ini, bambu dijadikan bahan sebuah speaker yang biasa digunakan untuk mendengarkan musik dari smartphone.

Adalah sosok Rosyid Akhmadi dari Mohoi Bamboogoods yang menerima penghargaan Asosiasi Eksportir Handicraft Indonesia (Asephi) Emerging Award di ajang Inacraft 2018. “Ini bukan speaker biasa loh, sebab speaker ini tidak menggunakan listrik sama sekali,” katanya.

Rosyid menjelaskan bentuk produknya masih seperti bambu utuh dengan diameter berukuran sekitar 10 cm. Daging di tengah bambu dibersihkan dan terdapat lubang di beberapa bagian permukaan bambu. Salah satu lubang berfungsi untuk meletakan smartphone dengan ukuran dan jenis apapun.

Baca Lainnya: Kemenperin Beri Workshop Kepada 1.730 Pelaku IKM di 23 Provinsi

Ukuran panjang bambu sekitar 30 cm. Bambuson dapat mengeluarkan suara layaknya speaker dengan memanfaatkan getaran resonansi yang dihasilkan oleh bambu. Konsep seperti ini memungkinkan kita untuk mendengarkan musik tanpa boros listrik. Menariknya, setiap Bambuson dibuat dengan handmade loh.

“Untuk produk speaker yang dijual berkisar Rp 500 ribu hingga lampu runduk dan lainnya hingga jutaan rupiah,” katanya seperti dikutip dari industry.

Meski bentuknya sederhana, namun pengeras suara dari bambu itu diproduksi menggunakan dasar-dasar hitungan fisika dan ilmu tentang audio.

Baca Lainnya: Patung Unik Khas Bali, Terbuat dari Akar Bambu yang Disenangi Konsumen Luar Negeri

"Jadi saya ingin membuat produk wajah baru kerajinan Indonesia yang memiliki value tinggi," kata CEO dari Mohoi Bamboogoods itu.

Acoustic speaker buatan Ros  juga diminati oleh warga di berbagai negara. Termasuk beberapa negara Eropa, seperti, Italia, Denmark, dan Amerika Serikat.

"Produk saya ini, jadi salah satu yang diperhitungkan di Korea Selatan Handmade Summer dan IFFT Tokyo," ujarnya.

Baca Lainnya: Taman Induk Cipayung Berpeluang Jadi Sentra Industri Kreatif Anak Muda

Menurutnya, baru-baru ini 200 unit acoustic speaker itu dikirim ke Jepang dan Korea Selatan untuk dijadikan sampel. Di Jepang, acoustic speaker akan dijual di sebuah prefektur kecil, Kobe.

Dalam rangka melestarikan bahan dasar berupa bambu, tak hanya menebang pohon bambu saja, Rosyid juga turut terlimenanamkannya kembali. 

“Tebang satu, tanam enam untuk suistainable lingkungan. Mereka juga turut memberdayakan pondok pesantren dalam mengembangkan kerajinan bambu ini. Sehingga selesai keluar sekolah bisa berkembang mandiri dan maju,” jelasnya. [NN]


 

 



Bagaimana reaksi kamu tentang artikel ini ?

Senang

100%

Bahagia

0%

Terinspirasi

0%

Bangga

0%

Sedih

0%

Kaget

0%

Takut

0%

Marah

0%

LEAVE A COMMENT