Program Kewirausahaan Petani dan Digitalisasi Pertanian Disambut Positif Petani Indramayu

TrubusPreneur
By Ihsan Maulana | Followers 0
08 Juni 2018   19:15

Komentar
Program Kewirausahaan Petani dan Digitalisasi Pertanian Disambut Positif Petani Indramayu

Ilustrasi (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Petani di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat menyambut baik program pertanian dari Presiden Joko Widodo yang berupa kewirausahaan petani berupa digitalisasi pertanian.

"Tentu kami sangat senang dengan program yang ditawarkan pemerintah saat ini. Dimana kami akhirnya bisa menjual hasil tani dengan harga lebih tinggi," ungkap seorang petani asal Kabupaten Indramayu, Taslan (46) di Indramayu, Jumat (8/6).

Taslan mengatakan, upaya pemerintah terjun ke masyarakat dengan memberikan program baik kepada para petani maka petani bisa lebih sejahtera.

Baca Lainnya: Tingkatkan Produksi, Presiden Jokowi Minta Petani Bersinergi dengan Mitra BUMDes Bersama

Ia juga mengaku saat ini para petani masih menjual hasil tani berupa gabah dengan harga mahal ataupun murah. Terlebih jika musim panen raya tiba.

Taslan berharap, dengan adanya Mitra Badan Usaha Milik Desa Bersama (MBB) Sliyeg, bisa lebih mensejahterakan petani. Serta tidak hanya orang yang berada di dalam MBB saja.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang memberikan apresiasi pada langkah pemerintah, yang telah membuat perusahaan untuk para petani melalui MBB. Sehingga diharapkan, hal itu bisa didirikan disemua kecamatan yang berada di Indramayu.

Baca Lainnya: 2 BUMDes Bersama Bangun Pusat Perekonomian Desa di Demak

"Jika ini tujuannya untuk mensejahterakan petani, kami sangat mengapresiasi dan berharap supaya bisa didirikan di seluruh Indramayu," imbuhnya

Sutatang menambahkan, ketika menjual hasil panen sampai saat ini petani di wilayahnya sangat tergantung pada juragan atau tengkulak. Kaum petani juga dirasa sebagai objek ketidakpastian harga, baik harga jual yang sering ditekan oleh tengkulak, atau harga produksi dalam penananam padi.

"Bayangkan saja kita itu kalau menjual hasil panen cendrung murah, tapi kalau membeli pupuk atau biaya produksi malah tinggi sekali. Itulah masalah petani," tandasnya.[NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: