Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo(Foto: Dok Kemenkeu)

Pemerintah Dorong Program Ultra Mikro di Pesantren

Trubus.id -- Pemerintah mendorong sinergi pondok pesantren dengan program pembiayaan Ultra Mikro (UMi), yang diyakini dapat memperkuat perekonomian Indonesia untuk menghadapi kelesuan ekonomi global dan regional.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo yang mengatakan, sinergi antara program pembiayaan Ultra Mikro dan pondok pesantren berpotensi besar dan strategis sebagai pusat pengembangan ekonomi umat agar semakin mandiri.

Baca Lainnya: Untuk Pertama Kalinya Indonesia Akan Menggelar Hari UMKM Internasional

“Sebagai pusat pendidikan yang bersifat komunal, pesantren memiliki potensi besar mengembangkan bisnis umat di sektor produksi, konsumsi, pemesanan, jasa atau simpan pinjam untuk memenuhi kebutuhan dan kemandirian pesantren serta pengembangan bisnis dalam sekala nasional maupun internasional,” kata Mardiasmo, Jakarta, Rabu (6/6).

Menurutnya, ‎pesantren dapat menjalankan peran inkubasi bisnis santri yang bisa menjadi laboratorium bisnis santri guna melahirkan wirausaha muslim yang tangguh.

Baca Lainnya: Pemerintah Gelontorkan Modal Usaha Untuk Wirausaha di NTT

“Permodalan yang selama ini menjadi kendala dapat dipenuhi melalui UMi yang dianggarkan pemerintah bagi para pelaku usaha kecil yang selama ini tidak terlayani melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan pembiayaan paling banyak Rp10 juta per nasabah,” jelasnya seperti dilansir dari Tribunnews.

Seperti diketahui, pembiayaan ultra mikro yang digulirkan pemerintah sejak tahun lalu mensyaratkan kemudahan yaitu memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), keterangan memiliki usaha dan tidak punya hutang pada lembaga keuangan.

Baca Lainnya: Keren, Program Santripreneur Hasilkan Produksi 4.000 Sandal Jepit di Ponpes Sunan Drajat

Salah satu alasan pemerintah menggulirkan program ini adalah jumlah usaha ultra mikro yang cukup besar, mencapai lebih dari 44 juta usaha atau sekitar 72,1 persen dari jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara nasional.

Berdasarkan data Kementerian Agama, jumlah pondok pesantren mencapai 27.290 dengan tenaga pendidik 160.793 orang dan santri 3,87 juta orang. Potensi yang besar inilah diharapkan Mardiasmo dapat mengembangkan ekonomi umat. 

Untuk itu pihaknya tidak saja menjamin kemudahan penyaluran dana program UMi, namun juga memberikan pendampingan dalam hal pengembangan kurikulum berbasis kewirausahaan untuk mendorong para alumni pesantren menciptakan lapangan kerja.

Baca Lainnya: Dukung Santripreneur, Menperin Beri Bantuan ke Pondok Pesantren

Penyaluran pembiayaan mikro sendiri dilakukan melalui melalui badan layanan umum (BLU) pusat investasi pemerintah (PIP) yang diberikan kepada tiga BUMN penyalur, yakni PT Pegadaian, PT Bahana Artha Ventura dan PT Permodalan Nasional Madani.

Untuk tahun 2018, dana penyaluran kredit ultra mikro akan ditambah menjadi sebesar Rp 2,5 triliun atau naik RP 1 triliun dibandingkan tahun lalu.

Penyaluran kredit ultra mikro sendiri diharapkan mampu menjaga pertumbuhan perekonomian Indonesia pada kisaran 5 persen, paling stabil di wilayah Asia. [NN]


 



Bagaimana reaksi kamu tentang artikel ini ?

Senang

11%

Bahagia

11%

Terinspirasi

11%

Bangga

11%

Sedih

16%

Kaget

21%

Takut

11%

Marah

11%

LEAVE A COMMENT