Pasangan Suami Istri Ini Sukses Tingkatkan Usaha Sandal Miliknya

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
17 Mei 2018   21:00

Komentar
Pasangan Suami Istri Ini Sukses Tingkatkan Usaha Sandal Miliknya

Tamzil Azhari (47) usaha sandal miliknya makin sukses (Foto : Foto: Dok Bina Swadaya)

Trubus.id – Tamzil Azhari (47) dan Humsatul Jauhariah (41) merupakan pasangan suami istri yang menghidupi keluarga bersama 4 orang anak dengan mengandalkan usaha sandal secara mandiri. Ditemui Trubus.id di kediamannya Gunung Puteri, Bogor, Tamzil mengakui semua usaha dilakukan dengan keyakinan yang tinggi. 

Kisah usaha sandalnya dimulai saat Tamzil mengalami perubahan dalam hidupnya. Saat itu, Tamzil yang berprofesi sebagai debt collector terpaksa mengambil satu unit sepeda motor dari seorang ibu yang sedang hamil. Sejak saat itulah dirinya mengalami pergulatan batin yang dalam hati kecilnya yang mengatakan bukan seperti ini kerja yang diinginkannya.

Usai berhenti kerja sebagai debt collector, Tamzil yang sempat istirahat di sebuah warung kelontong terinpirasi dengan sandal yang dijual hasil karya usaha sendiri. 

Baca Lainnya: Ekspor Kulit dan Alas Kaki Makin Bergeliat, Ini Buktinya

“Saat itu saya tanya, cuman nanya belajar engga, saya tanya belanja (bahan) dimana? Tolong antar saya. Diantarlah ke gang asem ini, kebetulan kan ada pabriknya (bahan baku) segala macam,” katanya. 

Usai mencari bahan baku untuk sandal, Tamzil mencari bahan dasar tali yang ternyata diproduksi di daerah Bogor. 

“Bicara tali, talinya belanja di Bogor. Sudah dapat tali, dapat ini (bahan baku) kalau tidak salah habis 300 ribu lah saya belanja,” jelasnya. 

Humsatul Jauhariah (41) sedang membuat tali sandal Foto: Thomas Aquinus Krisnaldi/Trubus.id

Tanpa pengetahuan atau ilmu yang mumpuni untuk membuka usaha sandal, Tamzil mulai produksi sandal saat itu bermodalkan keyakinan lihat model sandal yang ada. Menurutnya, yang penting sandal buatan dirinya hasil jadinya bagus dulu. 

Baca Lainnya: Kemenperin Gelar IFCC Dongkrak Pertumbuhan IKM Alas Kaki Nasional

“Yang penting bagus dulu, masalah orang yang masarin engga bisa, saya masarin kan bisa ngapain nyuruh orang, gitu loh,” katanya. 

Usaha dan keyakinan Tamzil memproduksi sandal sempat mendapat keraguan dari istrinya yang kala itu bekerja sebagai buruh pabrik. Namun, hal tersebut dibuktikan Tamzil dengan produksi awal 10 sandal miliknya laku terjual.

 “Dia bilang hasil karya saya laku,” ucap Tamzil yang membuat dirinya makin semangat menceritakan awal mula usahanya.

Humsatul Jauhariah (41) sedang menjahit tali sandal Foto: Thomas Aquinus Krisnaldi/Trubus.id

Merasakan kepuasan sandal buatan sendiri telah laku terjual, Tamzil yang pada dasarnya tidak bisa diam terus memproduksi usaha sandal miliknya secara mandiri. Walaupun sebenarnya banyak yang memproduksi sandal yang sama, Ia tidak takut dan tetap merasa yakin usahanya dapat berkembang. 

Baca Lainnya: Shofyan Adi Cahyono: Bertani Tak Perlu Gengsi

Tamzil mengakui, dirinya tidak punya kemampuan yang cukup untuk menjalankan bisnis usaha kecil-kecilan ini.  Ketika ditanya Trubus.id bagaimana awal memulai mengerjakan sendalnya, dirinya menjawab semua dilakukan secara otodidak dengan alat seadanya.

“Kan saya lihat contoh itu bahannya, pas saya sekilas melihat begitu bentuknya saya coba bisa. Ukuran awalnya saya hanya punya dua, selebihnya sandal bekas saya ambil. Kan ada tuh nomer 37, saya ambil lalu saya tempel polanya,” jelasnya.

Tamzil Azhari (47) sedang membuat lubang tali pada sandal Foto: Thomas Aquinus Krisnaldi/Trubus.id

“Karena punya keyakinan, marketing otodidak itu ada, jadi engga mungkin kenapa saya harus takut, saya jualin barang orang laku kenapa barang saya engga,” tambahnya.

Produksi sandal dilakukan di sebuah rumah kontrakan bilangan Kelurahan Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Bogor. Rumah produksi sekaligus menjadi rumah keluarganya ini diisi dengan mesin produksi berupa mesin jahit, mesin gerinda dan alat perkakas lainnya yang menunjang usahanya.

Baca Lainnya: Budidaya Pepaya Merah Delima Untungnya Dahsyat

Biaya modal mesin diakui istrinya Jauhariah, berkat pinjaman salah satu bank nasional. Dengan modal pinjaman awalnya sebesar Rp 5 juta, Jauhariah mengembalikan dengan mencicil dari gaji bulanannya saat masih bekerja sebagai buruh pabrik.

Semenjak pinjaman berhasil dilunaskan dan tidak bekerja lagi sebagai buruh pabrik, usaha sandal inilah yang menjadi satu-satunya mata pencaharian mereka guna mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. 

Setelah dilubangiJauhariah (41) memasukan tali sandal Foto: Thomas Aquinus Krisnaldi/Trubus.id

Pengetahuan yang seadanya akhirnya ditularkan kepada istrinya yang seharian penuh dapat memproduksi sandal dirumahnya kapan saja. Awalnya tidak mudah memasarkan hasil produksi sandal miliknya. Pasangan suami istri ini rela bangun dari jam 4 pagi untuk menyiapkan sandalnya dan berjualan keliling kampung secara bersama.

Koperasi Bina Swadaya Nusantara

Hingga tahun 2015 usaha sandal yang dijalankan mendapat pinjaman dari Koperasi Bina Swadaya Nusantara (KBSN). Jauhariah yang menjadi anggota koperasi tersebut merasakan kemudahan yang didapat.

Menurutnya, KBSN mempunyai kelebihan dengan tidak memberikan jaminan. Lalu cicilan dapat dilakukan secara mingguan, sehingga tidak mengganggu usaha produksi sandalnya. Dengan pinjaman awal pada tahun 2015 sebesar Rp 1 juta rupiah hingga Rp 3 juta saat ini, usaha kedua pasangan suami istri ini makin berkembang.

Baca Lainnya: Satu-satunya Sosok Kartini dari Indonesia Ikuti EY Enterpreneur Winning Women di Tokyo

Kini usaha sandalnya berkembang pesat hingga mencapai 600 pasang dalam satu bulan.
“Standar 20 sehari, sebulan bisa mencapai enam ratusan,” kata Tamzil. 

Harga jual sandalnya pun bervariasi, Jauhariah mengatakan harga jual sendal mulai dari Rp 20 ribu untuk anak-anak hingga Rp 30 ribu untuk wanita tergantung berapa ketinggian yang diinginkan.

Dengan penghasilan yang diperolehnya saat ini, menjadi kebanggaan bagi suami istri tersebut yang berhasil menyekolahkan anak pertamanya hingga lulus SMU. 

Dirumah kontrakan inilah pasangan suami istri ini melakukan usaha sandalnya  Foto: Thomas Aquinus Krisnaldi/Trubus.id

Makin besar produksi usahanya, maka makin terkenal juga kualitas sandal miliknya. Tidak hanya memproduksi sandal, Jauhariah juga menerima service sandal pelanggan jika ada yang rusak dirumahnya. 

Usaha yang masih berjalan hingga saat ini, Tamzil dan Jauhariah masih menyimpan mimpi mempunyai kios sendiri untuk berjualan usaha sandal miliknya. [NN]


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: