Ketika Ekonomi Kerakyatan Berdikari Kulon Progo Telah Diakui Dunia

TrubusPreneur
By Ihsan Maulana | Followers 0
17 Mei 2018   11:30

Komentar
Ketika Ekonomi Kerakyatan Berdikari Kulon Progo Telah Diakui Dunia

Ilustrasi (Foto : Foto : Trubus.id/Ihsan Maulana)

Trubus.id -- Bupati Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengungkapkan rasa bangganya pada program ekonomi kerakyatan berdikari. Sebab saat ini program tersebut sudah diakui dunia.

"Kami bersyukur, membesarkan hati, dan semangat kami bahwa mengembangkan hal-hal yang kecil dihargai dunia, seperti kami menghidupkan usaha mikro, kecil, dan, menengah (UMKM), bela beli Kulon Progo, dan kita memiliki karya sendiri toko modern milik rakyat," ujarnya di Kulon Progo, Kamis (17/5).

Ia melanjutkan, Program ekonomi kerakyatan itulah yang akhirnya membawa nama Kulon Progo di depan forum pertemuan International Council for Small Business (ICSB), tentang masa depan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM/MSME's) dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGS) dari Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) mewakili Asia.

Baca Lainnya: Produk Perkakas Asal Amerika Dukung Sektor IKM Luncurkan Program Cicilan

Pertemuan yang digelar di markas PBB di New York, Amerika Serikat pada 12 Mei 2018 itu, Hasto diundang bersama beberapa wali kota dari negara sahabat.

Hasto mengatakan, bagi mereka (PBB), Toko Modern Milik Rakyat (Tomira) jelas memiliki nilai humanisme tinggi. Jika dulu bisnis kecil dan bisnis menengah mementingkan besarnya kapital, namun saat ini sudah tidak lagi.

"Mereka mengatakan, Kulon Progo telah memberikan nilai-nilai. Nilai itu memperhatikan pelaku UKM dari sisi kemanusiaan. Itu nilai-nilai, karena pergeseran bisnis dari nilai ke nilai-nilai. Untuk itu, kami kami membawa tema 'human entrepreneurship model'," lanjut Hasto.

Baca Lainnya: 65 Pelaku IKM di Sumut Peroleh Bantuan Alat Produksi

Tema Human Enterpreneurship Model inilah yang terdapat pada koperasi, gotong royong, dan bela beli Kulon Progo.

"Mereka mengapreasi kinerja kami, karena kami mengedepankan nilai. Kita tahu, pemerintahan lama mengedepankan administratif, sekarang model pemerintahan penilain publik. Bukan kesejahteraan yang menjadi tujuan, tapi kebahagiaan," tutupnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: