Keren, Program Santripreneur Hasilkan Produksi 4.000 Sandal Jepit di Ponpes Sunan Drajat

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
24 Mei 2018   19:30

Komentar
Keren, Program Santripreneur Hasilkan Produksi 4.000 Sandal Jepit di Ponpes Sunan Drajat

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih melihat langsung produksi alas kaki (Foto : Foto: Dok Kemenperin)

Trubus.id -- Kementerian Perindustrian yang telah menjalankan program Santripreneur melalui pelatihan produksi alas kaki di Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur pada tahun 2017 membuahkan hasil. Hasilnya, unit industri alas kaki di Ponpes tersebut, kini mampu menghasilkan lebih dari 4000 pasang sandal jepit spon per bulan.

“Melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM), kami telah melatih sebanyak 20 santri Ponpes Sunan Drajat untuk pembuatan alas kaki jenis sandal jepit spon,” uajr Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Kamis (24/5).

Baca Lainnya: Pondok Pesantren Ikut Andil Dalam Pertumbuhan Ekonomi Mikro dan Menengah

Gati menjelaskan, selama delapan hari pelatihan yang dilaksanakan tahun lalu, para santri telah membuat sekitar 200 pasang sandal jepit spon. 

“Kami terus mendorong mereka untuk meningkatkan produktivitasnya. Bahan baku diperoleh dari Surabaya, dan saat ini sandal jepit mereka telah berhasil dipasarkan ke Bojonegoro, Gresik, Lamongan, Tuban, dan sekitarnya,” ujarnya.

Baca Lainnya: Program Santripreneur Kemenperin Dampingi Santri Olah Limbah Plastik

Ponpes Sunan Drajat sendiri memiliki 12 ribu orang santri dan 1.041 orang tenaga pendidik. Ponpes ini mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan operasionalnya dengan memiliki beberapa unit usaha industri, di antaranya produksi air minum dalam kemasan (AMDK), minuman ringan (jus mengkudu), kemiri sunan, garam samudra, dan pupuk.

“Guna menumbuhkan wirausaha industri baru dan pengembangan sektor IKM di lingkungan ponpes, kami meluncurkan program Santripreneur melalui pelaksanaan bimbingan teknis berupa pelatihan pengolahan ikan, revitalisasi industri garam SNI, industri alas kaki, dan pelatihan pembuatan lampu Light Emitting Diode(LED),” ujar Gati.

Baca Lainnya: Dukung Santripreneur, Menperin Beri Bantuan ke Pondok Pesantren

Program Santripreneur juga bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) bertalenta di lingkungan ponpes, sehingga menjadi bekal para santi untuk belajar mandiri dan berwirausaha sebelum terjun ke masyarakat.

 “Mereka bisa menjadi agen pengembangan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. [NN]


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: