Kemenperin Terus Dorong Daya Saing Industri Kerajinan Nasional Lewat e-Smart IKM

TrubusPreneur
By Ihsan Maulana | Followers 0
23 Mei 2018   17:00

Komentar
Kemenperin Terus Dorong Daya Saing Industri Kerajinan Nasional Lewat e-Smart IKM

(Foto : Foto: Dok. Kementerian Perindustrian RI)

Trubus.id -- Kementerian Perindustrian terus mendukung daya saing industri kerajinan nasional supaya makin kompetitif di dunia global.

Terlebih, produk unggulan kriya Indonesia banyak diminati oleh konsumen dari mancanengara. Hal itu terlihat dari data nilai ekspor yang dihasilkan tahun 2017, sebesar USD 776 juta. Angka ini lebih tinggi bila dibanding capaian tahun sebelumnya yang hanya USD 747 juta.

“Supaya kinerja industri kerajinan ini lebih baik, kami telah tetapkan sebagai salah satu sektor yang diprioritaskan pengembangannya. Apalagi industri kerajinan merupakan sektor padat karya berorientasi ekspor,” ujar Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto dalam pembukaan Pameran Industri Kreatif 2018, di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (22/5).

Baca Lainnya: Kemenperin Beri Bantuan Mesin Guna Dukung Daya Saing Industri Kopi di Temanggung

Airlangga menambahkan, para pelaku industri kerajinan nasional perlu memperhatikan beberapa hal penting produknya supaya bisa memiliki nilai jual yang tinggi. Salah satunya dengan mengikuti selera pasar saat ini, lalu menerapkan standardisasi, serta penguatan di aspek packaging dan brand.

“Sedangkan, dalam upaya memasuki era revolusi industri 4.0, juga harus memanfaatkan platform digital,” imbuhnya.

Baca Lainnya: Program Santripreneur Kemenperin Dampingi Santri Olah Limbah Plastik

Kemenperin sendiri, telah mengajak para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) nasional untuk ikut serta dalam program e-Smart IKM. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas, dan peluasan pasar produk IKM lokal hingga mampu menembus pasar ekspor.

“Kami telah melaksanakan workshop e-Smart IKM di beberapa daerah, yang turut menggandeng marketplace dalam negeri,” tambah Airlangga.

Kemenperin juga telah menjalankan berbagai program dalam upaya peningkatan kompetensi pengrajin nasional. Contohnya, dengan mendorong mereka agar menggunakan teknologi terkini sehingga mampu menciptakan kreativitas dan inovasi produk.

Baca Lainnya: Kemenperin Luncurkan "Link and Match" Guna Tingkatkan Mutu SDM

Kegiatan program itu pernah dilakukan melalui Bali Creative Industry Center (BCIC), sebagai salah satu pusat pengembangan riset teknologi, desain, seni, budaya dan inovasi yang dimiliki oleh Kemenperin dalam membangun ekosistem industri kreatif.

“Selain industri kerajinan, ada tiga sektor yang jadi pembinaan kami dalam kelompok industri kreatif, yakni industri fesyen, animasi dan video, serta permainan interaktif,” tutupnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: