Jualan Tempe di Jerman Untungnya Hampir 600 Persen

TrubusPreneur
By | Followers
15 Agu 2017   12:14

Komentar
Jualan Tempe di Jerman Untungnya Hampir 600 Persen

Ilustrasi (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Para mahasiswa Indonesia yang belajar di Jerman punya strategi jitu untuk mencari tambahan biaya hidup mereka di negeri orang itu. Mereka berjualan kuliner dan produk-produk asli Indonesia. Dari usaha itu, mereka berhasil meraup keuntungan sekitar 500-600 persen.

Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Kota Bremen Jason Riadi mengatakan, ia dan teman-temannya selalu memanfaatkan acara-acara pameran kebudayaan di kota tersebut untuk mendapatkan uang tambahan.

"Kami selalu eksis di setiap event kebudayaan di sini," kata Jason di acara seminar ekspor UMKM di Surabaya, Jawa Timur Senin (14/8/2017).

Tapi, tegas Jason, tidak hanya semata-mata mencari tambahan saja. Ia bersama sekitar 100 mahasiswa Indonesia yang kuliah di Bremen juga mempromosikan kebudayaan Indonesia.

Mengenai kuliner yang dijajakan di pameran, yaitu berbentuk jajanan pasar, seperti martabak, bakwan, putu ayu, nagasari, pempek,hingga gorengan tempe.

"Dari sekian jajanan pasar itu, ternyata orang Jerman paling suka tempe," ungkap Jason.

Ungkap mahasiswa jurusan Teknik Pesawat, Universitas Bremen ini, setiap kali event para mahasiswa asal Indonesia patungan hingga terkumpul 50 euro. Dari hasil jualan itu, uang mereka kembali hingga 300 euro.

Uniknya, lanjut Jason, untuk kuliner pempek, orang Jerman sangat menyukai bumbu cukonya. "Kalau pempeknya habis, mereka tidak buang bumbu cukonya, tapi disantap lagi dengan roti. Menurut mereka enak," jelasnya.

Mengenai dari mana mereka mendapatkan jajanan pasar itu, Jason mengaku membuatnya sendiri menggunakan bahan-bahan yang tersedia di Bremen. "Beberapa item memang sulit didapat, solusinya kami modifikasi," tuturnya.

Berdasarkan pengalamannya berjualan di Bremen, dia pun menawarkan produk-produk UMKM asal Surabaya untuk didatangkan ke Kota Bremen. Diberitahunya, dalam satu tahun ada beberapa event pameran budaya yang digelar di kota tersebut. "Sayang kalau tidak dimanfaatkan untuk mempromosikan budaya Indonesia di sana," pungkasnya. [AS]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Wali Kota Solo Ingin Pajak UMKM Rintisan Dihapus

Ihsan Maulana   Keuangan Mikro
Bagikan:          

Pelaku UMKM di Jateng Tolak Jualan Online, Kenapa?

Ihsan Maulana   Keuangan Mikro
Bagikan: