HKI, Kendala Terbesar Pengrajin Batik Bantul

TrubusPreneur
By Ihsan Maulana | Followers 0
30 Mei 2018   11:16

Komentar
HKI, Kendala Terbesar Pengrajin Batik Bantul

Batik (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, selalu mendorong para perajin batik di daerah tersebut untuk segera memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI), agar memberikan jaminan produk yang dihasilkan.

"Selama ini memang yang menjadi kendala teebesar teman-teman pelaku usaha batik itu ada di HKI (Hak Kekayaan Intelektual), makanya kita terus dorong HKI ini," ujar Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Bantul, Sulistyanto, Rabu (30/5).

Ia menilai, dengan memiliki HKI, maka produk kerajinan tidak mudah digunakan atau diklaim pihak lain yang ingin mengambil keuntungan, karena produk yang telah memikiki HKI memiliki jaminan perlindungan hukum.

Baca Lainnya: Membanggakan, Industri Batik Mulai Rajai Pasar Dunia

Masih terdapatnya produk batik yang belum memiliki HKI, maka potensi pembelian produk tanpa merek oleh pembeli, yang kemungkinan dijual dengan merek yang berbeda masih ada.

"Ini yang jadi kendala kita tentu, untuk menyikapinya dalam APBD selalu menyiapkan anggaran fasilitasi HKI, bagi pelaku usaha. Kita juga sudah kerja sama dengan Kanwil Kemenkum HAM untuk fasilitasi HKI ini," imbuhnya.

Ia berharap, jika saat ini proses pengurusan standarisasi produk HKI butuh waktu sekitar satu tahun, maka kedepannya proses ini bisa dipercepat agar tidak menjadi hambatan bagi para pelaku usaha.

Baca Lainnya: Keren, Kain Batik Ramah Lingkungan Tembus Pasar Global

Terkait dengan pembelian produk batik tanpa label asal Bantul, Sulistyanto mengakui hal tersebut tidak mudah dikendalikan, sebelum adanya HKI, sebab terkadang perajin mendapat pesanan jumlah banyak produk yang tanpa merek.

"Tapi ini harus kita kaji terus, karena jujur kadang-kadang ketika ada pesanan banyak tentu tidak bisa ditolak. Mungkin kedepannya nanti yang kita HKI-kan motifnya, jadi katakanlah ketika dijual lagi itu tahu berasal dari Bantul," tutupnya. [KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: