Dukung Santripreneur, Menperin Beri Bantuan ke Pondok Pesantren

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
22 Mei 2018   14:00

Komentar
Dukung Santripreneur, Menperin Beri Bantuan ke Pondok Pesantren

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto secara simbolis beri bantuan alat produksi (Foto : Foto: Dok Kemenperin)

Trubus.id – Dalam kunjungannya ke Surakarta, Menteri Perindustrian Arilangga Hartanto secara simbolis menyerahkan mesin dan peralatan produksi roti kepada Pondok Pesantren Hajjah Nuriyah Shabran serta mesin dan peralatan pengelasan kepada Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta.

“Mesin pembuat roti ini kami berikan salah satunya untuk mendorong penumbuhan wirausaha industri  berbasis kuliner. Untuk pesantren lainnya, kami juga fasilitasi bantuan peralatan lain, tergantung  kebutuhan dan permintaannya,” ujar Airlangga yang menghadiri acara bertema “Program Penumbuhan Wirausaha Baru di Pondok Pesantren” di Surakarta, Senin (22/5).

Baca Lainnya: Pondok Pesantren Ikut Andil Dalam Pertumbuhan Ekonomi Mikro dan Menengah

Sebagai pilot project yang dimulai pada tahun 2017, program Santripreneur telah dilaksanakan di Provinsi Jawa Timur, meliputi Pondok Pesantren Sunan Drajat di Kabupaten Lamongan dan Pondok Pesantren Lirboyo di Kota Kediri. Dalam pelaksanaan program Santripreneur, Kemenperin memiliki dua model dalam pengembangannya yaitu Santri Berindustri dan Santri Berkreasi.

Santri Berindustri merupakan upaya pengembangan unit industri yang telah dimiliki oleh ponpes maupun penumbuhan unit industri baru yang potensial. Langkah ini diharapkan mendorong unit industri tersebut menjadi tempat magang para sumber daya manusia di lingkungan pesantren.

Sedangkan, model Santri Berkreasi merupakan program kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan potensi kreatif para santri maupun alumni yang terpilih dari beberapa ponpes untuk menjadi seorang profesional di bidang seni visual, animasi dan multimedia sesuai standar industri saat ini.

Baca Lainnya: Kemenkop UKM Dukung Produksi Jagung oleh UMKM di Pesantren

Pada tahun 2018 ini, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal IKM telah melakukan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Produk IKM Makanan Ringan di Pondok Muhammadiyah Hajjah Nuriyah Shabran Surakarta, Bimtek IKM Pengelasan di Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta, dan Bimtek Pengolahan Limbah Plastik di Ponpes Hidayatul Mubtadiin Lirboyo.

Selanjutnya, Bimtek Penumbuhan Wirausaha Baru IKM Busana Muslim di Ponpes Al-Quran Al Falah Bandung, Bimtek Perbengkelan Roda Dua di Ponpes Suryalaya Tasikmalaya, Bimtek Pengembangan Unit Usaha Pengolahan Roti di Ponpes Fathiyyah Al Idrisiyyah Tasikmalaya, Bimtek IKM Perbengkelan Roda Dua di Ponpes Buntet Cirebon.

Juga dilaksanakan Bimtek Pengembangan Unit Usaha Kopi di Ponpes Al Ittifaq Bandung dan Bimtek Pupuk Organik Cair di Ponpes Saung Balong, Majalengka.

Baca Lainnya: Program Santripreneur Kemenperin Dampingi Santri Olah Limbah Plastik

“Program pelatihan berupa Bimtek tersebut dilaksanakan guna menciptakan SDM yang kompeten dan profesional sesuai kebutuhan industri dalam mendukung kemandirian ekonomi nasional,” jelas Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih.

Gati mengatakan, sudah saatnya pondok pesantren memperkaya perannya menjadi lebih besar lagi yaitu sebagai pusat inkubasi dakwah berbasis kewirausahaan. 

“Pesantren diharapkan mampu mencetak entrepreneur berbakat yang tidak hanya bisa berdakwah kepada umat, namun juga menyejahterakan umat dalam menciptakan banyak lapangan pekerjaan,” katanya.

Dalam mendukung implementasi industri 4.0, lanjut Gati, pondok pesantren berperan strategis dalam mendukung pertumbuhan industri di Indonesia terutama melalui pemberdayaan UMKM dan penguasan teknologi. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: