Bisnis Kain Tenun Ikat NTT, Lussi Raup Omzet Rp 50 Juta Sebulan

TrubusPreneur
By Astri Sofyanti | Followers 1
07 Mar 2018   09:00

Komentar
Bisnis Kain Tenun Ikat NTT, Lussi Raup Omzet Rp 50 Juta Sebulan

Pengrajin tenun (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terkenal dengan hasil kerajinan tangannya seperti kain tenun. Bahkan kain tenun NTT merupakan salah satu jenis kain tenun yang memiliki motif unik dan tidak akan ditemukan di wilayah lainnya.

Banyak pengrajin tenun di Kupang menggantungkan hidupnya membuat kain tenun. Tapi jangan di sangka, banyak pengrajin tenun yang mendapat keuntungan cukup fantastis setiap bulannya. Seperti Lussi, salah satu pemilik rumah tenun ikat Inan Ndao yang mengaku bahwa dalam sebulan ia bisa meraup keuntungan lebih dari Rp 50 juta. Keuntungan yang cukup fantastis bukan.

Ia mengaku banyaknya pesanan kain tenun ikat datang dari Pulau Jawa. “Dalam sebulan kami bisa mendapat keuntungan bersih sebesar Rp 50 juta,” ungkapnya belum lama ini.

Tak hanya banyak peminat datang dari dalam negeri saja, bahkan juga ada pelanggan yang datang dari luar negeri.

Lussi yang dibantu oleh 25 karyawannya dalam sebulan bisa menghasilkan 50 potong kain tenun ikat. Hal ini karena pengrajin di Inan Ndao bisa menghasilkan dua potong kalin per bulannya. Ia mengaku bahwa mendapat bantuan dari pemerintah daerah (Pemda) dengan mempemudah pinjaman ke bank untuk mengambangkan usahanya.

Selain itu, pemasaran Inan Ndao juga dilakukan secara online melalui media sosial sekaligus menjadi ajang promosi secara digital. Dengan cara ini ia percaya bahwa akan semakin banyak orang yang mengenal produk kain tenun ikat.

“Kita juga promosi melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, dan juga Online Shop,” ungkapnya. 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: