20 Pandai Besi di Gunung Kidul Dapat Bantuan Mesin Produksi

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
04 Juni 2018   11:30

Komentar
20 Pandai Besi di Gunung Kidul Dapat Bantuan Mesin Produksi

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih (Foto : Foto: Dok Kemenperin)

Trubus.id -- Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jederal Industri Kecil dan Menengah (IKM) memberikan fasilitas berupa bantuan mesin dan peralatan guna mendukung proses produksi kepada 20 IKM pandai besi  di Dusun Kedung I, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Program bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk IKM tersebut.

“Kami terus mendorong pengembangan dan penguatan daya saing industri dalam negeri termasuk sektor IKM di setiap daerah di Indonesia. Untuk itu, Kemenperin bertekad memacu tumbuhnya sentra IKM, salah satunya sentra IKM pandai besi yang berada di Gunungkidul,” ujar Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta (2/6).

Baca Lainnya: Pelaku IKM Batik Unjuk Gigi di Pameran Batik Prancis

Gati menyampaikan, pihaknya telah menyerahkan mesin dan peralatan untuk pelaku IKM pandai besi di Gunungkidul berupa genset (5 unit), kompresor (5 unit), spray gun (5 unit), bor duduk (5 unit), travo las listrik (8 unit), gerinda tangan (20 unit), gunting plat (3 unit), band saw (3 unit) dan mitre saw (1 Unit).

“Kami berharap, melalui bantuan tersebut, IKM pandai besi di sana dapat tumbuh dan berkembang sealigus juga mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas produknya, sehingga akan memberikan efek berantai bagi perekonomian nasional dan daerah,” ujarnya seperti dilansir dari berita Kemenperin.

Baca Lainnya: Menperin Airlangga Apresiasi APKASI Turut Mendorong Pengembangan IKM Nasional

Kelurahan Karangtengah sendiri mewadahi 72 pelaku IKM dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 230 orang. Pada tahun 2017, sentra IKM pandai besi di Karangtengah ini tercatat memproduksi hingga 952.200 buah berbagai alat pandai besi dengan nilai investasi lebih dari Rp2 miliar.

Sementara itu, Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut (LMEA) Endang Suwartini meyakini pengembangan sentra IKM pandai besi di Gunungkidul ke depannya masih memiliki prospek yang cukup baik.

“Kabupaten Gunungkidul ini merupakan salah satu wilayah yang perekonomiannya didominasi oleh sektor pertanian dan pariwisata. Dengan luas wilayah mencakup 46,63 persen dari luas keseluruhan wilayah di Yogyakarta, tentunya potensi industri yang dapat dikembangkan adalah untuk mendukung sektor tersebut,” jelasnya.

Baca Lainnya: Kemenperin Terus Dorong Daya Saing Industri Kerajinan Nasional Lewat e-Smart IKM

Menurutnya, bantuan mesin dan peralatan kepada IKM pandai besi di Gunungkidul merupakan salah satu pelaksanaan program Kemenperin dalam rangka menumbuhkan wirausaha industri baru yang berkolaborasi dengan program daerah. 

“Sinergi kegiatan pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu kunci efektif untuk pengembangan IKM,” katanya.

Endang pun berharap, adanya fasilitasi tersebut, IKM pandai besi di Gunungkidul akan semakin berkembang dan termotivasi khususnya mencari pasar potensial baik di dalam maupun luar negeri. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: