Toko Trubus Beri Dampingan Kewirusahaan Agribisnis Kepada Anak Muda di Belitung

TrubusNews
Thomas Aquinus
12 April 2018   18:00 WIB

Komentar
Toko Trubus Beri Dampingan Kewirusahaan Agribisnis Kepada Anak Muda di Belitung

Pelatihan Kewirausahaan Agribisnis (Foto : Foto: Dok Toko Trubus)

Trubus.id -- Potensi dunia usaha agribisnis memiliki prospek bagus untuk dikembangkan kepada para pemuda sebagai penerus bangsa kedepannya. Potensi tersebut tidak luput juga oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Belitung yang justru mengikutsertakan 85 anak muda dari penjuru kota Belitung Timur mengikuti pelatihan kewirausahaan Agribisnis dari toko Trubus.

Toko Trubus yang sejak lama menggeluti dunia agribisnis dan terkenal dengan kualitas terbaiknya dipercaya untuk memberikan pelatihan keriwarusahaan agribisnis selama dua hari di Aula Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Belitung Timur beberapa waktu lalu. 

Marketting toko yang juga sebagai pelatih Paulus Sigit mengungkapkan, pelatihan selama dua hari tersebut peserta diajarkan pembuatan tanaman buah dalam pot (tabulanpot) dan hidroponik.

Baca Lainnya: Sektor Pariwisata di Gunungkidul Belum Berdampak Pada Perkembangan UMKM

“Pelatihan hidroponik dan tabulanpot nantinya akan dilombakan, jadi tiap peserta dikasih tanggung jawab, mereka mau tau seberapa besar penyerapan yang di dapat dari ilmunya. Itu semua harus mereka praktekan nanti (dilombakan), hadiahnya lumayan nantinya akan ikut pelatihan lanjutan di Trubus (Toko) Jakarta,” ujar Sigit.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Belitung Timur Gustaf Pilandra dalam sambutannya mengatakan, pelatihan ini bertujuan memicu semangat warga untuk melakukan usaha di bidang agribisnis dengan tujuan yang lebih besar yaitu memajukan agribisnis di Belitung Timur. 

Baca Lainnya: Tingkatkan Ekonomi Desa, Mendes Genjot BUMDes di Sulut

Hari pertama pelatihan diisi tentang materi hidroponik yang dilanjuti dengan praktek langsung. Sigit mengatakan, hidroponik merupakan suatu hal yang baru bagi peserta, selain itu hidroponik mempunyai potensi besar untuk diaplikasikan di Belitung Timur. 

“Kalau hidroponik memang kita akhirnya selesainya sampai jam 6 sore, jauh diluar jadwal semestinya. Karena memang kita minta mereka mempraktekan sendiri,” ucapnya.

Selama pelatihan hidroponik, peserta diberi pelatihan membuat hidroponik kit (60 lubang) yang didampingi oleh tim toko Trubus. Selain itu, peserta juga membuat hidroponik kit 3 lubang yang dapat dibawa pulang oleh masing-masing peserta. Makin menariknya lagi, peserta juga dibekali hidroponik tools yang diharapkan menjadi alat percobaan dirumah masing-masing peserta.

Pelatihan hidroponik, (Foto: Febri Primandani/Toko Trubus)

Hari kedua pelatihan, peserta dilatih cara membuat tabulanpot. Ada beberapa tanaman buah lokal yang memiliki potensi untuk di tabulanpotkan, seperti karamunting dan nasik-nasik. Dua tanaman ini kedepannya akan dimajukan sebagai tabulanpot hasil karya Belitung Timur.

Proses tabulanpot sendiri yang pertama dilakukan adalah pencampuran media tanam. Media tanam yang digunakan adalah tanah merah sekitar kantor Dinas, yang dicampur sekam dari supplier di Belitung Timur, terakhir pupuk dari ampas kelapa sawit (limbah kelapa sawit disana sangat melimpah tetapi belum termanfaatkan secara maksimal).

Hasil pelatihan tabulanpot (Foto: Febri Primandani/Toko Trubus)

Bibit tanaman yang digunakan untuk praktek dibawa langsung oleh tim toko Trubus yakni 50 polybag bibit kelengkeng. Wadah bibit yang digunakan polybag berukuran 25 cm sejumlah 50 buah sama seperti jumlah bibit yang akan ditanam.

“Di Belitung Timur sampai sekarang belum ada yang mereka kembangkan, justru mereka mau mencoba tambulapot ini sebagai salah satu produk unggulan. Jadi aku tantangin produk local yang dikembangkan di tabulanpot,” katanya.

Perlu diketahui bersama, selama ini Belitung Timur dikenal sebagai surga timah. Banyak warga disana bermata pencaharian sebagai buruh di pertambangan timah. Lahan disana banyak yang tergerus mesin-mesin tambang yang menjadi lubang-lubang danau mati. 

Sigit juga mengungkapkan bahwa pelatihan Hidroponik dapat mendukung potensi wisata di Belitung Timur. “Hotel, restoran itu kan sangat memerlukan sayur-sayuran, nah mereka kepinginya tuh sayuran sehat dari hidroponik itu,” jelasnya.

Harapan besar itu juga dilontarkan oleh Gustaf Pilandra yang menginginkan kerjasama ini harus berlanjut lagi atau tidak putus sampai di pelatihan ini.

“Harapannya kepada toko Trubus agar dapat terus mendampingi pemuda pemudi Belitung Timur dalam memajukan agribisnis di Belitung Timur,” katanya.

Pelatihan tabulanpot (Foto: Febri Primandani/Toko Trubus)

Peserta, panitia dan tim toko Trubus akan terus berkomunikasi jarak jauh agar apa yang menjadi tujuan pelatihan tercapai. Rencana dalam beberapa bulan ke depan, peserta yang dianggap potensial menjadi role model di Belitung Timur akan dikirimkan ke toko Trubus pusat untuk dilakukan coaching lebih lanjut sekaligus company visit agar peserta dapat melihat langsung proses agribisnis di toko Trubus.

Rencana ini diterima secara senang hati oleh manajemen toko Trubus. Kerjasama ini diharapkan juga dilakukan untuk daerah-daerah lain yang dianggap berpotensi maju dalam bidang agribisnisnya, sehingga seluruh daerah di Indonesia bisa mandiri dan sejahtera.

Toko Trubus juga membuka kesempatan bagi instansi, lembaga maupun komunitas yang ingin mengadakan pelatihan pendampingan agribisnis bisa langsung menghubungi Suyatno 0853-1101-9672 [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: