Atasi Kesenjangan di Daerah Tertinggal, Kemendes PDTT Terapkan Program Simatri

TrubusPreneur
By Ihsan Maulana | Followers 0
29 Mar 2018   19:15

Komentar
Atasi Kesenjangan di Daerah Tertinggal, Kemendes PDTT Terapkan Program Simatri

Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kemendes PDTT, Johozua M. Yoltuwu. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah dalam hal ini Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), terus dan selalu berupaya untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan pembangunan untuk mengurangi kesenjangan antar wilayah di Indonesia.

Pembangunan di Kawasan Barat dan Kawasan Timur, termasuk juga wilayah pedesaan, daerah tertinggal, dan perbatasan yang kini tengah jadi sorotan.

Baca Lainnya: Kemendes Siapkan Pendamping Pastikan Dana Desa Tepat Sasaran

“Pemerataan, ketahanan pangan, serta pembangunan wilayah, merupakan salah satu penjabaran dari NAWACITA 3, yaitu negara yang membangun dari pinggiran,” ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kemendes PDTT, Johozua M. Yoltuwu, beberapa waktu lalu. 

Ia menjelaskan, dalam upaya mengentaskan untuk minimal 80 Kabupaten Tertinggal pada akhir RPJMN 2015-2019, pihaknya saat ini fokus pada 50 Kabupaten tertinggal yang merupakan wilayah perbatasan, pulau-pulau kecil terluar, rawan bencana, rawan pangan, hingga pasca konflik.

“Pada tahun ini, untuk mendukung penyelesaian desa-desa tertinggal dan mengupayakan desa maju dan mandiri, kami target 16 Kabupaten Prioritas Terintegrasi yang merupakan bagian dari Daerah Tertinggal,” lanjutnya.

Baca Lainnya: Kemendes PDTT: Program Akuaponik Cocok Dikembangkan di Desa

Diketahui, dari 16 kabupaten prioritas terintegrasi tersebut, dipilih empat kabupaten sebagai pilot project yakni Kabupaten Aceh Singkil, Lombok Timur, Manggarai, dan Maluku Tenggara Barat. 

Dalam kunjungannya meninjau salah program unggulan Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi (Simantri) di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Johozua mengungkap program itu dapat dijadikan percontohan program terintegrasi Kabupaten. 

“Simantri itu program unggulan 16 Kabupaten Prioritas Terintegrasi, salah satunya Kabupaten Manggarai ini, yang melibatkan berbagai pihak sebagai upaya meningkatkan pendapatan petani,” tambahnya.

Di sisi lain, Bupati Manggarai Deno Kamelus menjabarkan, Simantri adalah program integrasi beberapa perangkat daerah untuk meningkatkan luas tanam hortikultura, populasi ternak, kualitas, dan kontinuitas tanaman hortikultura. 

Pogram ini juga diharapkan dapat memastikan hasil tanaman hortikultura berkualitas, yang berorientasi pada kebutuhan pasar. 

“Sejak tahun lalu, telah terbentuk 12 kelompok yang beranggotakan sekitar 400 orang, dengan total luas lahan mencapai 50 hektare, dan produksi hortikultura mencapai 319.939 Kg,” ungkap Deno.

Baca Lainnya: Kemendes Laksanakan Padat Karya Tunai Dengan Berdayakan Warga Lokal

Diketahui, Simantri merupakan program sinergi berbagai perangkat daerah dan pihak terkait dalam upaya meningkatkan pendapatan petani.  

Pihak yang terlibat Program Simantri di Kecamatan Manggarai yakni Dinas Peternakan berupa penyediaan hewan ternak untuk 12 kelompok sasaran, Dinas Pertanian dengan penyediaan bibit 14 jenis tanaman, pupuk dan pendampingan.

Kemudian Dinas PUPR juga berperan menyediakan infrastruktur dan pengembangan jaringan irigasi, serta Dinas Perdagangan yang membantu dari sisi pasca panen dan pemasaran. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: