Berdayakan Ekonomi Warga Melalui Bank Sampah

TrubusNews
Astri Sofyanti
10 Sep 2020   14:09 WIB

Komentar
Berdayakan Ekonomi Warga Melalui Bank Sampah

Bank Sampah Cempaka RW 09, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Depok. (Foto : Dok. Wisma Hijau)

Trubus.id -- Salah satu terobosan besar dalam pengeloaan sampah di Indonesia adalah program bank sampah. Melalui program ini, masyarakat yang selama ini menganggap bahwa sampah adalah sesuatu yang tidak berguna dan dibuang begitu saja, diubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan harga.

Melalui bank sampah, Wisma Hijau sebagai penggagas bank sampah di RW 13 dan RW 09, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Depok, mengajak masyarakat untuk menabung sampah yang kemudian dalam kurun waktu tertentu bisa menghasilkan uang.

“Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, bersama Wisma Hijau, 51 anggota bank sampah Cempaka di RW 09 mengumpulkan sampah rumah tangga berupa, botol plastik, gelas plastik, bungkus kopi, kertas, kardus, hingga besi untuk kemudian ditukarkan dengan sejumlah uang setelah ditimbang. Pengambilan uang dilakukan setiap tiga hingga enam bulan sekali,” kata Wanti, Ketua Bank Sampah Cempaka.

Diakui Wanti, tujuan utama warga tidak hanya sekedar mendapatkan uang semata, uang dari hasil menabung sampah hanyalah sebagai bonus saja, utamanya adalah untuk menjaga lingkungan.

Dirinya juga mengatakan, program Bank Sampah ini disambut baik oleh warga di RW 09. Dengan adanya bank sampah sedikitnya turut berdampak pada kehidupan sosial ekonomi warga. Ini ditunjukkan dengan peningkatan pendapatan masyarakat walaupun sedikit tetapi memberikan manfaat yang berarti bagi masyarakat. Tidak hanya pendapatan saja yang mengalami peningkatan, tetapi kesehatan, dan interkasi sosial yang lebih baik diantara masyarakat juga terjadi, yang paling penting adalah lingungan menjadi lebih bersih.

Salah seorang warga RW, 09 Sinah yang juga anggota bank sampah Cempaka mengaku setiap bulannya ia rutin menimbang sampah.

“Saya mengumpulkan sampah di rumah untuk kemudian setiap bulan sampah di timbang. Alhamdullilah uang dari hasil mengumpulkan sampah kumpulkan untuk membeli daging ketika Idul Fitri,” kata Sinah.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Industri Batik dan Kerajinan Perlu Dipoles Teknologi Modern

Pendampingan   12 Okt 2020 - 10:24 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: