Semangat Membara Warga Pelosok Daerah, Belajar Bertani Bersama JKMC dan Trubus Bina Swadaya

TrubusNews
Syahroni
08 Agu 2020   22:14 WIB

Komentar
Semangat Membara Warga Pelosok Daerah, Belajar Bertani Bersama JKMC dan Trubus Bina Swadaya

Kelompok KOMPAS Mudakeputu Ile Mandiri Larantuka, belajar bersama di Kelas Trubus dengan tema ‘Kemandirian Pangan Keluarga, Bertani di Pekarangan Rumah,’ Sabtu (8/8) pagi. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pandemi covid-19 merubah pola kehidupan masyarakat. Ketahanan pangan pun ikut terdampak. Namun berdiam diri dan pasrah dengan keadaan tentunya bukan sebuah pilihan agar bisa keluar dari kondisi ini. Semangat itulah yang tercermin dari para peserta di Kelas Trubus, Sabtu (8/8) pagi.

Dalam pelatihan bertema ‘Kemandirian Pangan Keluarga, Bertani di Pekarangan Rumah,’ yang digelar Trubus Bina Swadaya (TBS) dan Jaringan Katholik Melawan Covid-19 (JKMC) itu, puluhan warga terdampak pandemi dari berbagai wilayah seperti Solo, Malang, Lampung, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT), menyempatkan diri menimba ilmu bersama. Berdiskusi dengan pakar agribisnis berpengalaman yang menjadi narasumber kali ini.  

Ibu ibu DPC Margo Agung bersama romo paroki, Romo Roy usai mengikuti zoom meeting Kelas Trubus dengan tema Ketahanan Pangan Keluarga. (Foto: Istimewa)

Dengan antusias, mereka menanyakan berbagai metode dan solusi atas kendala yang mereka hadapi selama mempelajari cara bertani di pekarangan rumah. Kendala gawai dan jaringan tak menghalangi mereka. Kelompok KOMPAS Mudakeputu Ile Mandiri Larantuka, Flores, NTT ini contohnya. Dengan menggunakan proyektor dan gawai yang dimiliki salah satu anggota, mereka mengikuti pelatihan yang digelar secara daring bersama-sama di dekat kebun yang mereka kelola dengan didampingi Romo Benyamin.

Suasana belajar bersama dengan tema bertani di pekarangan rumah melalui zoom meeting di Kelas Trubus, Sabtu (8/8) pagi. (Foto: Istimewa)

“KOMPAS itu artinya ‘Kami Orang Muda Peduli Anak Susah’, kami di sini Flores Timur masih banyak lahan yang bisa dikelola. Tapi banyak kendala. Berkaitan dengan kolam ikan. KOMPAS punya kolam ikan yang dibuat sederhana dari terpal, lalu dijelaskan tadi harus ganti air, kualitas air tidak kami perhatikan karena air di sini susah. Tentunya ikan yang dipelihara tidak terawat dengan baik. Bagaimana solusinya,” tanya mereka.

Selain masalah perikanan, mereka juga menanyakan berbagai macam trik untuk mengatasi masalah pada kebun mereka yang kesulitan air. Tak hanya itu mereka juga mendiskusikan metode menanam tomat dan cabai yang baik agar tanaman mereka tidak diserang jamur ketika musim hujan tiba. Padahal di musim-musim seperti itu permintaan cabai dan tomat di wilayah mereka tengah tinggi. Beberapa alternative penanganan pun diberikan narasumber Kelas Trubus. 

Semangat untuk mulai berkebun dan memenuhi kebutuhan pangan tak hanya ditunjukkan anak-anak muda dari Larantuka ini. Dari Solo, Ibu Widyastuti bersama 4 rekannya pun menunjukkan semangat yang tak kalah dengan orang muda. Dengan pengetahuan seadanya mereka sudah mulai melakukan pembenihan sayuran untuk memenuhi ketahanan pangan keluarganya dengan media stereofoam bekas. Berkat bimbingan dari Kelas Trubus, merekapun menemukan solusi atas permasalahan saat pembenihan yang mereka hadapi. 

Dari Solo, Ibu Widyastuti bersama 4 rekannya pun menunjukkan semangat yang tak kalah dengan orang muda sambil menunjukkan benih bayamnya. (Foto: Trubus Bina Swadaya)

“Kalau mau semai bayam, medianya ditambah pasir ya bu Widya. Agar pertumbuhan benihnya merata. Tidak menggerombol. Kalau bayam juga tidak perlu dipindah ke media lain sampai panen. Lalu kalau nanam kangkung satu lubang 1 butir saja yah, jarak tanamnya 5 centimeter,” terang P Sigit Herwanto, Trainer Agribisnis dari Toko Trubus menjawab pertanyaan mereka.

Pandemi covid-19 memang bukan satu hal yang harus ditakuti hingga membuat seseorang tertekan dan bahkan terdiam dalam ketakutan. Semangat untuk terus berfikir kreatif dan berkarya adalah langkah yang harus ditempuh. Tanpa perlu keluar rumah pun masyarakat diharapkan masih bisa produktif, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga mereka. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Berdayakan Ekonomi Warga Melalui Bank Sampah

Pendampingan   11 Sep 2020 - 14:09 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: