Trubus Bina Swadaya dan JKMC Dampingi Keluarga Terdampak Covid dengan Bantuan Stimulan yang Berkelanjutan

TrubusNews
Syahroni
26 Juni 2020   18:00 WIB

Komentar
Trubus Bina Swadaya dan JKMC Dampingi Keluarga Terdampak Covid dengan Bantuan Stimulan yang Berkelanjutan

Bantuan stimulan budikdamber dan paket urban farming untuk keluarga terdampak covid-19. (Foto : Doc/ Trubus Bina Swadaya)

Trubus.id -- Trubus Bina Swadaya (TBS) Grup bersama dengan Jaringan Katholik Melawan COVID-19 (JKMC) belum lama ini menggelar Pelatihan Pertanian Tingkat Rumah Tangga secara daring serta menyalurkan bantuan stimulant untuk keluarga terdampak pandemi covid-19 di 3 wilayah di Indonesia.

Kegiatan kemanusiaan lintas agama yang diawali dengan pelatihan webinar pada tanggal 20 Juni 2020 dan pembagian bantuan stimulan pada hari berikutnya itu juga didukung oleh Kuasi Paroki Bunda Maria Ratu, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Sukatani, FOKUS (Forum Kerukunan Umat Sukatani), Paroki Yohanes Baptista Parung dan Sukatani Depok, serta Perwakilan warga keuskupan Semarang.

Penyaluran bantuan stimulan di Sukatani, Depok.

Emilia Tri Setyowati, Sekretaris Pengurus Yayasan Bina Swadaya menyebut, dalam kegiatan ini 120 paket bantuan stimulan disalurkan kepada 120 keluarga penerima manfaat di Depok, Bogor, dan Semarang. Adapun bantuan stimulan yang disalurkan berupa paket budidaya ikan dalam ember atau budikdamber serta paket urban farming.

Bentuk bantuan yang diberikan kepada keluarga terdampak covid-19 ini sendiri dipilih karena sifatnya yang berkelanjutan sehingga bisa terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hasil yang diharapkan, risiko kekurangan pangan keluarga pun dapat diminimalisir. 

Penyaluran stimulan di Semarang, Jawa Tengah.

“Falsafah Trubus Bina Swadaya yang pertama adalah melayani masyarakat adalah panggilan luhur. Karena itu Trubus Bina Swadaya selalu melayani masyarakat agar mereka mampu menolong dirinya sendiri. Sementara itu Agriculture dan suistanibility merupakan sektor yang selama ini erat dengan kami. Karena itu, pemilihan paket stimulant berupa paket budikdamber dan urban farming ini diharapkan bisa bermanfaat secara berkelanjutan bagi keluarga penerima manfaat sehingga minimal mereka mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Karena kan yang dikhawatirkan setelah pandemi ini adalah masalah ketahanan pangan dan kemandirian pangan kan,” terang Emilia saat diwawancara Trubus.id.

Pelatihan singkat pengaplikasian budikdamber dan urban farming.

Ia menambahkan, pendampingan yang dilakukan Trubus Bina Swadaya ini akan dilakukan selama 1 musim tanam. Sesuai protocol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, pendampingan ini dilakukan tanpa tatap muka agar penyebaran covid-19 dapat dihindari. 

“Pelatihan pertanian untuk keluarga di awal itu melalui webinar. Kemudian pendampingan lanjutan selama 1 siklus panen dilakukan melalui grup whatsapp. Jadi setiap kelompok penerima manfaat yang tergabung dalam grup-grup whatsapp itu bisa berkonsultasi tentang masalah yang mereka hadapi kapan saja.” Terang Emil lagi. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Trubus Dorong Kemandirian Pangan Keluarga dengan Tabulampot

Pendampingan   08 Agu 2020 - 16:11 WIB
Bagikan:          

Babad Bina Swadaya, Awal Mula Berdirinya Bina Swadaya

Pendampingan   04 Agu 2020 - 15:15 WIB
Bagikan: