Daya Beli Menurun, Pemerintah Diminta Beri Stimulus untuk Pedagang Pasar

TrubusNews
Syahroni
14 Mei 2020   13:00 WIB

Komentar
Daya Beli Menurun, Pemerintah Diminta Beri Stimulus untuk Pedagang Pasar

Ketua Umum Appsindo, Hasan Basri di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, Rabu (13/5). (Foto : Trubus.id/ Syahroni)

Trubus.id -- Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSINDO) menyebutkan bahwa pandemi virus Corona atau Covid-19 yang mewabah sejumlah daerah di Indonesia berdampak serius terhadap perekonomian nasional, terutama masyarakat pedagang tradisional.

“Seperti seluruh pedagang pasar di Jakarta sangat merasakan betul dampak pandemi Corona ini. Terlebih sudah beberapa pekan belakangan ini diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB untuk tahap dua. Tentunya dengan konsekuensi para pelaku usaha harus mengikuti imbauan dari pemerintah. Baik itu pemerintah pusat maupun Pemprov DKI Jakarta,” ungkap Ketua Umum Appsindo, Hasan Basri di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, Rabu (13/5).

Tapi di sisi lain, kata Hasan, kebutuhan ekonomi masyarakat tidak bisa dihentikan. Oleh karena itu pihaknya meminta pemerintah untuk merealisasikan pencairan dana stimulus guna membantu pelaku usaha ekonomi mikro. 

“Sebab, bila pemerintah tidak tanggap dalam menghadapi persoalan ini tidak mustahil dalam beberapa bulan ke depan bangsa ini bakal dihadapkan dengan krisis pangan,” ungkap Hasan.

Hasan menilai, meski penyebaran Covid-19 ini dalam beberapa bulan ke depan terjadi penurunan, akan tetapi dampak ekonomi masih tetap dirasakan. Karena bagi pelaku usaha yang biasa melakukan rutinitas, bisnisnya sempat terhenti.

“Seperti banyak di antara pedagang kekurangan modal, karena digunakan untuk keperluan hidup di masa pemberlakuan PSBB. Kemudian, banyak juga yang kehilangan langganan,” kata Hasan.

Hasan juga mengatakan, sudah menjadi rutinitas tahunan menjelang hari raya Idul Fitri permintaan kebutuhan bahan pokok selalu meningkat. Oleh karenanya, pemerintah harus bisa menjamin ketersediaan bahan pokok bagi para pelaku usaha mikro khususnya pedagang pasar tradisional, agar tidak ada lagi oknum yang melakukan penimbunan.

“Terlebih, di tengah pendemi virus Corona. Dampaknya sangat dirasakan. Selain sepi pembeli, pasokan dari distributor mengalami keterlambatan,” ujar Hasan.

Namun demikian, kata Hasan, ada fenomena baru pada Ramadhan kali ini. Dimana sebagian harga kebutuhan pokok cenderung stabil, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Seperti harga daging, ayam potong dan telur,  yang biasanya pada Ramadhan sebelumnya mengalami kenaikan harga cukup signifikan, akan tatapi pada Ramadhan kali ini cenderung stabil,” jelas Hasan. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Syarat Pengembangan Desa Pesisir Menjadi "Dewi Bahari"

Pendampingan   18 Mei 2020 - 13:21 WIB
Bagikan: