Lima Tahun Dana Desa Mampu Penuhi Hak Dasar Kebutuhan Masyarakat

TrubusNews
Thomas Aquinus
31 Jan 2020   23:00 WIB

Komentar
Lima Tahun Dana Desa Mampu Penuhi Hak Dasar Kebutuhan Masyarakat

Sri Palupi dari The Insitue of Ecosoc Right (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Sejak dimulai lima tahun lalu sampai saat ini pemerintah pusat telah mengucurkan Rp 329,8 Triliun Dana Desa. Kucuran dana yang cukup besar ini diharapkan memicu pemerataan pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat hingga ke pelosok Indonesia.

Sri Palupi dari The Insitue of Ecosoc Right yang juga sebagai Pengawas Yayasan Bina Swadaya saat Bincang – Bincang Wisma Hijau mengatakan, evaluasi 5 tahun dana desa telah memberikan kemajuan di tingkat masyarakat desa terlebih di sektor infrastruktur. Namun juga memiliki kekurangan di sektor pemberdayaan masyarakat yang dinilai masih lemah. 

“Dana desa ini memang meningkatkan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat mulai dari air bersih, layanan kesehatan, pendidikan, meningkatkan peluang pekerjaan. Kemudian juga infrastruktur yang mempertemukan hak-hak dasar tadi. Selain itu dana desa juga menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan status desa”, ujarnya kepada Trubus.id, Jumat (31/1).

Baca Lainnya : Pembangunan Berbasis Masyarakat, Kemendes PDTT Harus Lakukan Pembinaan dan Pengawasan Dana Desa

Dirinya mengakui, selama ini alokasi dana desa di sektor infrastruktur memang menjadi yang utama hingga di sisi lain pertumbuhan di sektor pemberdayaan masyarakat masih kurang. 

“Persoalannya memang masih terfokus pada pembangunan fisik. Jadi pemberdayaan masih lemah selain memang alokasi dana desa belum diprioritaskan itu juga kapasitas pemberdayaan di desa masih lemah, kalau di 2020 saya lihat di aturannya yang terbaru prioritasnya sudah di pemberdayaan”, katanya. 

Dengan alokasi dana desa 2020 yang mulai fokus pada pemberdayaan masyarakat, dirinya menilai perlu dilakukan bagaimana meningkatkan kapasitas pemberdayaan tersebut dengan pelaksanaan program-program pemberdayaan yang efektif.

Menurutnya hal tersebut bisa dilakukan dengan membuat rangkaian program pelatihan sesuai dengan kearifan lokal setempat dengan mempertahankan tradisi kebudayaan lokal. 

Baca Lainnya : Menteri Desa Dorong Nias Gunakan Dana Desa Kembangkan Desa Wisata

“Seperti pelatihan membuat kerajinan-kerajinan yang berbasis lokal. Seperti di Kalimantan mempertahanakan tradisi membuat kapuak perlengkapan adat dari kulit kayu dan minuman tradisional”, ujarnya. 

Selain itu dirinya juga mengatakan ada juga penguatan pemberdayaan model lain seperti organisasi warga seperti kelompok tani, kelompok nelayan hingga koperasi.

“Jadi ruang geraknya itu banyak, makannya itu memang membutuhkan inovasi pengenalan tentang kebutuhan desa seperti potensi dan peluang. Pemberdayaan itu ya dalam rangka mengatasi persoalan dan menjawab kebutuhan masyarakat”, pungkasnya. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Berdayakan Ekonomi Warga Melalui Bank Sampah

Pendampingan   11 Sep 2020 - 14:09 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: