UMKM Didorong Selaras dengan Peningkatan Investasi dalam Omnibus Law

TrubusNews
Thomas Aquinus
08 Jan 2020   15:00 WIB

Komentar
UMKM Didorong Selaras dengan Peningkatan Investasi dalam Omnibus Law

Ilustrasi pelaku UMKM. (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Peran UMKM diupayakan dapat selaras dengan program peningkatan investasi dalam draf omnibus law yang segera disampaikan ke DPR RI pertengahan Januari 2020. Hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat bertemu dengan Kepala Badan Koordinasi Penaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM Jakarta, Senin (6/1).

Teten mengatakan UMKM ke depan dalam omnibus law akan diberikan kesempatan usaha dan kesempatan investasi yang setara.

“Tapi memang kita juga mewaspadai jangan sampai UMKM ini dihadapkan dengan persaingan yang tidak fair karena kalau bisa UMKM untuk bisa tarung bebas dengan yang besar,” ujarnya salam siaran persnya.

Baca Lainnya : Peneliti Jepang Harapkan UMKM Indonesia Go Public Melalui Pasar Modal

Menurutnya hal tersebut juga selaras dengan harapan Presiden Jokowi yang menginginkan UMKM agar mereka bisa naik kelas, tumbuh, dan berkembang sehingga pembahasan omnibus law harus penuh kehati-hatian supaya tidak akan merugikan UMKM.

Teten mengatakan, Omnibus law diharapkan dapat mendorong kemudahan bagi masyarakat untuk mendirikan koperasi. “Ada rencana mendorong RUU koperasi, maka beberapa hal yang menyangkut kemudahan pendirian koperasi kita akan tambahkan ke omnibus law jadi supaya masyarakat lebih mudah mendirikan koperasi,” katanya.

Pertemuan dengan Kepala BKPM menjadi masukan untuk mendorong UMKM agar terus tumbuh sekaligus memberikan kebijakan afirmatif agar UMKM tidak ditempatkan pada posisi yang tidak bisa bersaing.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya tidak sekadar berfokus pada investasi-investasi besar baik dari dalam maupun luar negeri.

Baca Lainnya : Gorontalo Berpotensi Kembangkan Produk Unggulan UMKM Berbasis Ikan laut

“Juga harus melihat UMKM bisa tumbuh karena itu saya berkoordinasi dengan Menteri Koperasi dan UKM,” kata Bahlil.

Menurutnya, harus ada kesepakatan antar semua pihak terkait bahwa UMKM harus didukung agar besar melalui dua pola yakni kemitraan (pembiayaan dan SDM) dan keberpihakan negara sehingga mampu bersaing.

“Karena itu perlu ada langkah-langkah strategis salah satu di antaranya adalah bagaimana pembahasan omnibus law ini betul-betul bisa memberikan suatu ruang dalam aturan yang kemudian mereka bisa mengembangkan usahanya termasuk dari peralihan dari negarif list ke positif list kalau di DNI ada 95 jenis usaha yang enggak boleh masuk dan 50 jenis usaha yang boleh dikerjasamakan,” ujarnya.

Keduabelah pihak berupaya merumuskan mencari jalan terbaik untuk keberlangsungan investasi sekaligus keberlangsungan UMKM untuk tumbuh ke depan. Pihaknya akan berpedoman pada regulasi yang ada terkait pembahasan investasi di mana jumlah investasi di bawah Rp10 miliar diperuntukkan bagi UMKM.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Pemerintah Jamin Kredit Modal Kerja UMKM Maksimal Rp10 M

Keuangan Mikro   08 Juli 2020 - 11:42 WIB
Bagikan:          

Desa Mandiri dan Maju, Akar Negara yang Sehat dan Kuat

Pendampingan   06 Juli 2020 - 17:53 WIB
Bagikan:          
Bagikan: