Pelaku Usaha Perhutanan Sosial Menilai Bisnis Kemitraan UMKM Dapat Tingkatkan Produktivitas

TrubusNews
Thomas Aquinus
19 Des 2019   10:00 WIB

Komentar
Pelaku Usaha Perhutanan Sosial Menilai Bisnis Kemitraan UMKM Dapat Tingkatkan Produktivitas

Ilustrasi produk perhutanan sosial. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pelaku usaha di lingkungan perhutanan sosial menyambut baik bisnis model kemitraan UMKM yang ditawarkan Kementerian Koperasi dan UKM. Mereka menilai bisnis model tersebut sebagai terobosan untuk mengangkat skala usaha dan mengembangkan produktivitas pelaku usaha. 

“Kami dari masyarakat dari perhutanan sosial melihat bisnis model kemitraan ini  menjadi terobosan dari Kemenkop dan UKM untuk melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Sri Nurcahya, Sekretaris Persaudaraan Perhutanan Sosial Jawa Barat usai melakukan pertemuan dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengenai pemanfaatan lahan perhutanan sosial, beberapa waktu lalu.

Dalam siaran persnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki sebelumnya menyatakan lahan perhutanan sosial untuk mendukung pemberdayaan dan pengembangan KUMKM. Pemerintah mengalokasikan lahan perhutanan sosial untuk KUMKM seluas 12,7 juta ha ditambah 9 juta ha redistribusi lahan. Namun, pemanfaatan lahan tersebut masih 3,4 juta ha.

Baca Lainnya : Kemenkop dan UKM Bersama Kemenperin Jajaki Upaya Bentuk Korporatisasi UMKM  

Sri Nurcahya menyebutkan model bisnis kemitraan yang ditawarkan Menkop dan UKM untuk komoditas yang memiliki prospek bagus, antara lain budidaya pisang, peternakan sapi dan domba, kopi. Diharapkan model bisnis kemitraan itu dalam skala usaha industri yang akan bermitra dengan swasta/BUMN sebagai offtaker sekaligus dalam model tersebut terlibat bank/non bank untuk memberikan pembiayaan. Dalam model bisnis kemitraan tersebut juga ada pendampingan dan pelatihan ahli sehingga komoditasnya memenuhi standar ekspor. 

“Masyarakat butuh model bagaimana mengelola lahan perhutanan yang baik dan secara ekonomi menguntungkan. Bisnis model dengan komoditas yang ditawarkan itu saya kira cukup menguntungkan yang penting pasarnya jelas,” lanjut Sri Nurcahya.

Ia mengatakan pihaknya akan mempelajari komoditas yang bisa dikembangkan dan segera mengomunikasikan dengan kelompok usaha yang ada di sana, sehingga masyarakat  mengerti bisnis model yang akan dijalankan.

Baca Lainnya : Menkop dan UKM Dorong Warung Tradisional Tidak Kalah dengan Ritel Modern

Ia mengakui saat ini masyarakat di perhutanan sosial melakukan usaha secara sporadis dan kecil-kecilan. Menanam berbagai  ragam usaha tapi skala bisnisnya tidak cukup sehingga tidak mampu mengangkat ekonomi mereka. 

Ini yang kemudian akan diangkat oleh Kemenkop dan UKM supaya skala usahanya naik dan perekonomian masyarakat  meningkat. Tidak hanya dari sisi ekonomi, dengan model tersebut pelestarian lingkungan juga menjadi fokus perhatian.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Pemerintah Jamin Kredit Modal Kerja UMKM Maksimal Rp10 M

Keuangan Mikro   08 Juli 2020 - 11:42 WIB
Bagikan:          

Desa Mandiri dan Maju, Akar Negara yang Sehat dan Kuat

Pendampingan   06 Juli 2020 - 17:53 WIB
Bagikan:          
Bagikan: