IPB University Sosialisasikan Jamu Saintifik untuk Pengobatan

TrubusNews
Thomas Aquinus
14 Des 2019   23:00 WIB

Komentar
IPB University Sosialisasikan Jamu Saintifik untuk Pengobatan

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University mengirimkan dosen untuk mengabdi  ke Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. (Foto : IPB University)

Trubus.id -- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University mengirimkan dosen untuk mengabdi  ke Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor dalam rangka pemanfaatan biokimia dan jamu saintifik untuk pengobatan, di kantor Desa Cibanteng, Bogor.

Pada sosialisasi ini, Husnawati dari Departemen Biokima Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjelaskan dan menganjurkan supaya ibu-ibu bisa menerapkan pola hidup sehat. Kalimat Sehat dapat diartikan sebagai S (Seimbang gizi), E (Enyahkan rokok), H (Hindari stress), A (Awasi kondisi tubuh) dan T (Teratur olahraga) ditambah dengan doa dan beribadah.

“Masyarakat juga harus menjaga kondisi tubuh dengan baik, dengan cara memeriksa tekanan darah, glukosa dan kolestrol darah dalam enam bulan sekali (untuk kondisi normal), jika mempunyai tekanan darah tinggi dianjurkan untuk memeriksa kondisi tubuh dalam tiga bulan sekali. Kemudian, di dalam tubuh kita sebenarnya sudah ada sinyal tubuh dari warna urin, rasa nyeri, demam, functiolessa, dan lain-lain. Sinyal tersebut dapat kita rasakan, contohnya pada warna urin.  Warna urin, ketika kondisi tubuh kita dalam keadaan sehat akan berwarna kuning bening, sedangkan warna urin pada kondisi gangguan hati (misalnya: hepatitis) urin akan berwarna kecoklatan seperti teh dan harus segera diperiksa,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Trubus.id.

Baca Lainnya : Jamur Susu Cepat Menguntungkan, 10 Hari Sudah Bisa Panen
 
Selain itu, Husnawati juga memberitahukan tentang jamu saintifik, yang pada umumnya warga  terkadang pernah menggunakannya dari tanaman yang sering dijumpai baik di kebun, pekarangan rumah atau di jalan, seperti daun brotowali dan daun sembung. Jamu saintifik ini merupakan sebuah upaya dan proses pembuktian secara ilmiah jamu melalui penelitian berbasis pelayanan kesehatan yang telah di akui oleh Permenkes RI tahun 2010.

Ia menambahkan, pengobatan dengan menggunakan jamu sudah diterapkan di beberapa puskesmas dan rumah sakit di Indonesia. Bahan-bahan pengobatan jamu ini pun mudah ditemukan bahkan mungkin ada di sekitar pekarangan rumah, yaitu daun kumis kucing, daun kepel, daun temulawak, daun sembung, kayu secang, daun jati belanda, daun kemuning, rimpang kunyit, rimpang temulawak, daun meniran, daun brotowali dan daun sambiloto.

Baca Lainnya : BPOM Canangkan Gerakan UMKM Jamu yang Berdaya Saing

Tanaman obat tersebut sudah tersertifikasi untuk mengobati penyakit, seperti hipertensi ringan, asam urat, dispepsia (penyakit lambung, seperti mag), hiperkolestrolemia dan diabetes. Akan tetapi penggunaan tanaman tersebut harus sesuai dengan dosis yang diberikan. Jamu Saintifik ini juga telah tersertifikasi sehingga aman untuk tubuh.

Husnawati menjelaskan, penggunaan jamu telah diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang kita dan telah terbukti manfaatnya untuk kesehatan tubuh. “Sebaiknya kita dapat membuat jamu sendiri dengan tanaman herbal yang telah dipaparkan tadi, sehingga jamu saintifik dapat dibuat sendiri, sesuai dengan dosisnya tentunya. Dengan harapan sosialisasi ini semoga pengetahuan yang berikan dapat diaplikasikan di desa Cibanteng dan bermanfaat bagi warga,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Cibanteng, Sakim menyampaikan rasa terimakasih kepada LPPM IPB University yang telah mengirikan dosen mengabdi untuk memberikan sosialisasi pemanfaatan jamu saintifik untuk pengobatan bagi kepentingan masyarakat.  

Baca Lainnya : Dosen Mengabdi IPB University Lakukan Pendampingan UMKM di Cimahpar Bogor

“Semoga sosialisasi ini dapat memberikan manfaat kepada warga desa Cibanteng dan dapat di manfaatkan secara terus-menerus,” imbuhnya.

Hal yang sama disampikan oleh perwakilan kaum ibu desa Cibanteng, Naupal yang menyampaikan bahwa sosialisasi mengenai pemanfaatan tumbuhan obat bagi kesehatan oleh Dosen Mengabdi IPB University sangat baik dan bermanfaat bagi warga. Harapannya kegiatan ini terus berkesinambungan agar warga lingkar kampus, khususnya desa Cibanteng mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi kesehatan, terutama untuk kemajuan desa.
 
Selanjutnya, kegiatan ini dilakukan diskusi dan sharing mengenai pemanfaatan biokimia dan jamu saintifik untuk pengobatan. kegiatan ini dihadiri  oleh ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Posyandu serta bapak-bapak dan anak muda.  Ibu-ibu sangat antusias dan tertarik untuk bertanya ataupun menceritakan tentang kondisi kesehatan mereka masing-masing ataupun anak-anak mereka.  


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Cegah Virus Corona, Kemendes PDTT Bentuk Desa Tanggap Covid-19

Pendampingan   26 Mar 2020 - 08:37 WIB
Bagikan:          
Bagikan: