Dosen Mengabdi IPB University Lakukan Pendampingan UMKM di Cimahpar Bogor

TrubusNews
Thomas Aquinus
14 Des 2019   09:00 WIB

Komentar
Dosen Mengabdi IPB University Lakukan Pendampingan UMKM di Cimahpar Bogor

Kunjungan dosen mengabdi IPB University di Kelurahan Cimahpar, Bogor Utara. (Foto : IPB University)

Trubus.id -- Program pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University melakukan pendampingan sistem produksi penggilingan bahan tepung tapioka pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kelurahan Cimahpar, Bogor Utara. Pendampingan dilakukan sebagai upaya perbaikan dengan menerapkan lean production untuk mengurangi pemborosan pada tahapan produksi di penggilingan.

Dikatakan salah satu dosen IPB University, Sazli Tutur Risyahadi pendampingan tersebut dilakukan dengan dua tahapan. Tahapan pertama dilakukan dengan cara wawancara dan pengamatan langsung proses produksi untuk mengidentifikasi permasalahan pemborosan dengan pendekatan value stream mapping.  Metode ini bertujuan untuk memahami aliran proses dari bahan baku sampai menjadi sebuah produk di penggilingan.

Baca Lainnya : Dosen IPB University Transfer Ilmu Budi Daya Ikan Lele dengan Teknologi Bioflok, Ini Keunggulannya

“Dari tahapan pertama kita dapat menghasilkan ide-ide. Pada tahapan berikutnya ide-ide tersebut akan diimplementasikan yang paling mungkin dilakukan untuk mengurangi pemborosan pada proses produksi,” ungkap Sazli.

Program pengabdian tersebut juga melibatkan delapan orang mahasiswa. Menurut Sazli, hal tersebut agar lebih banyak brainstorming ide-ide untuk menerapkan sistem lean. “Saya sangat senang ikut terlibat dalam program ini karena sebagai pembelajaran secara langsung dari ilmu yang saya pelajari di kampus,” kata Sifa, mahasiswa tingkat akhir yang mengikuti program pengabdian.

“Program ini sangat berguna bagi  mahasiswa dalam menambah pengalaman belajar serta mitra dampingan untuk meningkatkan produktivitas usaha. Sebab, sebaik-baiknya ilmu adalah yang dapat bermanfaat untuk masyarakat. Program ini sangat perlu dilanjutkan dengan berbagai model pengabdian seperti pendampingan, advokasi hingga pemasaran produk UMKM,” tutur Sazli dalam keterangan tertulis yang diterima Trubus.id.

Baca Lainnya : Dosen Mengabdi IPB University Dampingi Cara Berbisnis di Desa Sukawening

Adapun menurut Yum selaku pemilik penggilingan, program tersebut bagus untuk dilanjutkan. Saran perbaikan yang ia terima untuk meningkatkan kualitas produknya yaitu penerapan standar operasional prosedur pada setiap tahapan produksi. Kualitas produk yang baik salah satunya ditandai dengan warna tepung yang putih bersih. Hal tersebut berpengaruh terhadap harga beli yang ia terima dari pabrik pengumpul bahan tepung tapioka di Pasar Ciluar, Bogor.

Kunjungan kedua pendampingan ini dihadiri oleh Wakil Ketua LPPM IPB University bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Prof Dr Sugeng Heri Suseno. Ia mengapresiasi bentuk pengabdian yang dilaksanakan by doing dan melibatkan mahasiswa. Ia juga turut menyampaikan materi penggunaan chitosan sebagai bahan pengawet alami produk UMKM pangan. 


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Kemenkop dan UKM Targetkan 6 Persen Pelaku UKM Naik Kelas di 2020

Keuangan Mikro   20 Jan 2020 - 15:46 WIB
Bagikan:          

Kemenkop dan UKM Bakal Prioritaskan Pengembangan Bambu Rakyat

Pendampingan   20 Jan 2020 - 14:33 WIB
Bagikan: