Dosen Mengabdi IPB University Dampingi Cara Berbisnis di Desa Sukawening

TrubusNews
Thomas Aquinus
10 Des 2019   09:00 WIB

Komentar
Dosen Mengabdi IPB University Dampingi Cara Berbisnis di Desa Sukawening

Pendampingan bisnis yang dilakkan dosen IPB University di kantor desa Sukawening. (Foto : IPB University)

Trubus.id -- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University telah mengirimkan dua dosen ke Desa Sukawening, Kecamatan Dramaga Bogor dalam rangka menjalankan program Dosen Mengabdi 2019. Dosen Mengabdi merupakan salah satu kegiatan dosen guru besar dan non guru besar dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat guna mengembangkan, difusi dan penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi untuk kesejahteraan bangsa.

Sosialisasi yang diadakan di Kantor Desa Sukawening, November lalu adalah kegiatan yang kedua kalinya dilaksanakan dari LPPM IPB University. Hadir 41 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, Kader Posyandu, Pengurus Desa, pemuda dan ibu rumah tangga.

Dua dosen tersebut adalah Dr Jono Mintarto Munandar dari Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) dan Dr Dimas Andrianto dari Departemen Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Dalam kesempatan ini, Dr Jono memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai cara berbisnis dan prinsip-prinsip pemasaran. Menurutnya, dalam berbisnis haruslah fokus pada satu bidang yang hendak dikembangkan.

Baca Lainnya : Dosen Mengabdi LPPM IPB University Lakukan Pendampingan Keluarga Cegah Stunting di Desa Cibatok

“Mengapa demikian? Karena dalam berbisnis harus diperhatikan betul faktor-faktor pendukung yang lain, seperti karakter konsumen, penentuan pasar, dan kebutuhan atau permintaan banyak pasar. Kemudian mulailah bisnis dengan hal terkecil lebih dahulu jika sungguh-sungguh maka akan menjadi besar,” tuturnya dalam keterangan tertulis yang diterima Trubus.id.

Sementara, Dr Dimas Andrianto, memaparkan sumber daya air yang menjadi sumber kehidupan. Ia  menjelaskan tentang peran pentingnya menjaga kualitas air yang baik.  

“Air bersih adalah air yang sehat. Dengan adanya air bersih, hal ini dapat menurunkan angka penderita penyakit, khususnya penyakit yang berhubungan dengan air (waterborne diseases). Tidak hanya kolera, disentri dan thypus, tetapi juga trachoma. Beberapa penyakit biasanya disebabkan oleh cacing parasit. Di negara maju, suplai air bersih masyarakat sudah hampir 100 persen, maka jumlah penyakit akibat infeksi penyakit enterik misalnya kolera, disentri, thypus dan sejenisnya dapat ditekan dengan tajam,” katanya.

Baca Lainnya : LPPM IPB University Tawarkan Solusi Pertanian di Desa Petir

Ia juga mengapresiasi desa Sukawening yang telah memiliki PAM desa. Hal tersebut membuktikan masyarakat sudah mulai belajar mandiri dan berupaya untuk hidup sehat dengan dimulai dari mensuplai air bersih di desa.

Kepala Desa Sukawening, Jarkasih dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih atas kesempatan yang diberikan pihak LPPM kepada 17 desa lingkar kampus, khususnya dalam hal ini Desa Sukawening untuk mengaplikasikan  inovasi-inovasi IPB University langsung kepada masyarakat.

"Kegiatan Dosen Mengabdi ini haruslah dimaksimalkan dan disambut dengan baik oleh masyarakat Desa Sukawening sebagai wadah untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Kegiatan dosen mengabdi ini sangat berharga dan bermanfaat langsung bagi masyarakat,  mudah-mudahan kegiatan semacam ini rutin diadakan dan dijalankan, karena manfaatnya yang besar bagi masyarakat," ujarnya.

Kegiatan ini ditutup dengan pembagian bibit jambu dan sirsak. Ada sekitar 100 bibit telah dibagikan kepada masyarakat. Harapannya bibit tersebut ditanam dan dirawat sebaik mungkin oleh masyarakat Sukawening untuk menjaga lingkungan sekitar.  

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Kemenkop dan UKM Targetkan 6 Persen Pelaku UKM Naik Kelas di 2020

Keuangan Mikro   20 Jan 2020 - 15:46 WIB
Bagikan:          

Kemenkop dan UKM Bakal Prioritaskan Pengembangan Bambu Rakyat

Pendampingan   20 Jan 2020 - 14:33 WIB
Bagikan: