15 Mahasiswa Himakua IPB University Lakukan Pembinaan Budi Daya Ikan Nila Nirwana

TrubusNews
Thomas Aquinus
04 Des 2019   09:00 WIB

Komentar
15 Mahasiswa Himakua IPB University Lakukan Pembinaan Budi Daya Ikan Nila Nirwana

Lima belas orang mahasiswa perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Akuakultur (Himakua), Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK), IPB University melakukan program pembinaan budidaya ikan nila nirwana di Desa Sukadamai. (Foto : IPB University)

Trubus.id -- Lima belas orang mahasiswa perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Akuakultur (Himakua), Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK), IPB University melakukan program pembinaan budidaya ikan nila nirwana di Desa Sukadamai, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Hibah Bina Desa (PHBD) dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Kami diberikan tenggat waktu selama satu tahun dari Maret 2018 hingga Maret 2019 untuk menjalankan program. Kegiatan kami memiliki empat pilar yakni pembenihan ikan nila nirwana untuk kelompok tani, Kelompok Remaja Tani (Karet), Kelompok Wanita Tani (Kawat) dan kultur pakan alami,” ujar Rafi Kemal, Ketua Himpunan Mahasiswa Akuakultur 2018/2019 dalam keterangan tertulis yang diterima Trubus.id.

Pembinaan pembenihan ikan nila nirwana untuk kelompok tani menjadi program utama. Dalam proses pembinaan, kelompok-kelompok tani Desa Sukadamai diberikan edukasi bagaimana melakukan pembenihan induk ikan nila nirwana yang baik. Selepas benih berhasil didapatkan, benih akan dipasarkan kepada mitra yang telah diajak untuk bekerjasama dan hasil penjualan menjadi penghasilan untuk kelompok tani tersebut. Pemantauan dan kontrol program terus dilakukan Kemal dan kawan-kawan dengan durasi minimal satu minggu sekali.

Baca Lainnya : Kenalkan Akuakultur kepada Masyarakat, Mahasiswa IPB University Lakukan Rangkaian Kegiatan

“Dalam program ini, kita bantu mewujudkan keinginan masyarakat, karena mereka benar-benar menginginkan perikanan menjadi salah satu pondasi mata pencaharian. Biasanya di sini perikanan masih sekedar hobi, padahal dapat menjadi mata pencaharian utama. Kita hadir untuk bantu dan mengedukasi mereka,” ujar Kemal.

Kemal menambahkan bahwa program yang dijalankan tidak hanya berfokus di hulu, namun juga merambah sektor hilir. Penyediaan induk dan pembenihan menjadi sektor hulu, sedangkan pemasaran dan pemanfaatan benih menjadi sektor hilir.  “Selain pembenihan, kita juga ada program kultur pakan alami. Pakan alami ini selain digunakan untuk sendiri, dapat dijual di pasar atau kepada pembudidaya ikan lainnya,” ujar Kemal.

(Foto: IPB University)

Program lainnya ialah Karet. Program ini mengajak remaja Desa Sukadamai untuk ikut membudidayakan ikan hias dengan mengambil komoditas ikan cupang. Kemal menuturkan bahwa ikan hias memiliki potensi untuk berkembang di masa depan.

Baca Lainnya : Dosen Mengabdi IPB University Bantu Petani Jambu Biji Atasi Hama di Desa Cibening

Kemudian program lainnya ialah Kawat. Wanita-wanita tani diajarkan untuk memanfaatkan benih-benih ikan nila nirwana yang tidak unggul atau tidak lulus sortir karena tidak semua benih-benih yang dihasilkan menjadi benih unggulan.

“Kami berpikir akan disayangkan apabila benih tersebut tidak dimanfaatkan, maka kami akan berikan arahan kepada para kelompok wanita tani untuk memanfaatkan benih tersebut. Contohnya dapat digoreng dan jual, hingga menjadi tambahan penghasilan bagi mereka,” ujar Kemal.

Baca Lainnya : IPB University Targetkan Desa Cikarawang Menjadi Kampung Ramah Lingkungan

Menurut Kemal, menjalankan program pembinaan tersebut bukan tanpa tantangan. Desa Sukadamai belum memiliki kelompok tani resmi sehingga di awal kegiatan cukup sulit guna mengumpulkan kelompok-kelompok tani yang akan dibina. Selain itu dalam menjalankan program Karet dan Kawat, pengumpulan data yang dibutuhkan cukup sulit. 

“Di sini kita juga harus bisa mentransfer ilmu yang didapat dalam dunia perkuliahan secara sederhana, agar lebih mudah dipahami. Melalui empat pilar program ini semoga dapat membantu perekonomian mereka. Berbagai program yang dijalankan di Desa Sukadamai diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Desa Sukadamai,“ ujarnya.  


 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Kemenkop dan UKM Targetkan 6 Persen Pelaku UKM Naik Kelas di 2020

Keuangan Mikro   20 Jan 2020 - 15:46 WIB
Bagikan:          

Kemenkop dan UKM Bakal Prioritaskan Pengembangan Bambu Rakyat

Pendampingan   20 Jan 2020 - 14:33 WIB
Bagikan: