Tingkatkan Layanan Perpustakaan, Kemendikbud Luncurkan Aplikasi Sikoper

TrubusNews
Thomas Aquinus
27 Nov 2019   08:00 WIB

Komentar
Tingkatkan Layanan Perpustakaan, Kemendikbud Luncurkan Aplikasi Sikoper

Tingkatkan layanan perpustakaan, Kemendikbud luncurkan aplikasi Sikoper. (Foto : Kemendikbud)

Trubus.id -- Perpustakaan Kemendikbud meluncurkan layanan Sistem Integrasi Koleksi Perpustakaan Kemendikbud (SIKOPER). Sikoper merupakan layanan yang dikembangkan Perpustakaan Kemendikbud berupa kemudahan mengakses seluruh koleksi perpustakaan dan bahan publikasi yang tersebar di seluruh unit utama di lingkungan Kemendikbud. Melalui Sikoper, seluruh koleksi tersebut terintegrasi dengan baik dan dapat diakses dengan mudah oleh seluruh pemustaka.

“Melalui Sikoper, pemustaka di seluruh Indonesia dapat memeroleh informasi mengenai koleksi perpustakaan Kemendikbud,” ujar Kepala Badan Komunikasi dan Layanan Publik (BKLM) Kemendikbud, Ade Erlangga saat ditemui usai pembukaan Pekan Perpustakaan Kemendikbud 2019.

Dalam siaran persnya, Ade menambahkan, kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memungkinkan pengintegrasian koleksi perpustakaan Kemendikbud yang jumlahnya lebih dari ratusan ribu koleksi. Sikoper terdiri atas kolaborasi koleksi perpustakaan, mulai dari koleksi perpustakaan dalam bentuk cetak yang terhimpun dalam katalog induk perpustakaan Kemendikbud dengan menggunakan sistem otomasi perpustakaan Slims (Senayan Library Management System), koleksi dalam bentuk digital yang dikelola oleh 120 satuan kerja di dalam repositori institusi Kemendikbud, dan koleksi ribuan artikel di dalam 46 jurnal ilmiah terbitan Kemendikbud yang dikelola menggunakan Open Journal System(OJS).

Baca Lainnya : Belajar Jadi Lebih Mudah, Kemendikbud Luncurkan Aplikasi Rumah Belajar

“Dengan layanan ini tentu dapat memudahkan bagi mereka yang ingin melakukan riset di bidang pendidikan, kebudayaan, bahasa, atau arkeologi, karena semua jurnal yang diterbitkan Kemendikbud dapat ditemukan di Perpustakaan Kemendikbud,” tuturnya.

Lebih lanjut Ade Erlangga mengungkapkan bahwa perpustakaan masa depan bisa jadi berbeda dari perpustakaan saat ini. Masyarakat akan dimudahkan untuk berselancar dalam mencari koleksi perpustakaan hanya dengan memanfaatkan gawai yang dimiliki. Pola masyarakat dalam mencari koleksi perpustakaan juga sudah mulai dipermudah dengan hanya memasukkan kata kunci yang diinginkan. “Dulu modelnya masih manual, belum ada koding-koding atau semacamnya yang memudahkan dalam pencarian koleksi perpustakaan yang diinginkan. Saat ini pencairan dapat dilakukan dengan sangat mudah,” katanya.

Fungsi perpustakaan, tambah Ade Erlangga, juga berkembang. Bukan saja sebagai tempat mencari dan membaca buku yang diinginkan, tetapi juga sebagai tempat hiburan, diskusi, bahkan bisnis. “Keberadaan perpustakaan juga saat ini tidak melulu di perkantoran, tetapi di tempat publik lainnya, seperti rumah makan, stasiun, bandara,” pungkasnya.

 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Cegah Virus Corona, Kemendes PDTT Bentuk Desa Tanggap Covid-19

Pendampingan   26 Mar 2020 - 08:37 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: