LPPM IPB University Beri Dampingan Sektor Perikanan di Kabupaten Tulang Bawang

TrubusNews
Thomas Aquinus
20 Nov 2019   18:00 WIB

Komentar
LPPM IPB University Beri Dampingan Sektor Perikanan di Kabupaten Tulang Bawang

Fasilitator Stasiun Lapang Agro Kreatif (SLAK) Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University tiba di Kabupaten Tulang Bawang Barat. (Foto : IPB University)

Trubus.id -- Fasilitator Stasiun Lapang Agro Kreatif (SLAK) Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University tiba di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung beberapa waktu lalu. Kedatangan fasilitator SLAK tersebut dalam rangka melaksanakan program kegiatan SLAK sampai dengan tanggal 31 Desember 2019.

Tim LPPM IPB dan Fasilitator SLAK yang terdiri Danang Aria Nugraha, SE dan Herawati Rasid disambut oleh Kepala Dinas Perikanan, Syakib Arsalan di kantor Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kedepannya, para fasilitator bersama-sama dengan masyarakat akan membantu dalam pengembangan sentra produksi pertanian bidang perikanan di Kabupaten Tulang Bawang.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulang Bawang Barat Syakib Arsalan sangat menyambut baik kehadiran tim LPPM IPB University dan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan SLAK di Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Baca Lainnya : Dosen IPB University Promosikan Daya Saing Pertanian Indonesia di Australia Awards Indonesia

“Berdasarkan kaca mata ekonomi, sentra perikanan di Kabupaten Tulang Bawang Barat memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan dan menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia  berharap program SLAK ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya di sentra perikanan.

Syakib Arsalan selanjutnya mengajak Tim LPPM IPB dan Fasilitator SLAK untuk melakukan kunjungan ke Balai Benih Ikan (BBI) yang berlokasi di Desa Marga Kencana.

Komoditas perikanan yang saat ini sedang dikembangkan adalah budidaya ikan baung. Selain itu, jenis ikan yang sudah dibudidayakan di BBI Marga Kencana adalah ikan nila, lele, dan gurame.

Baca Lainnya : Gigih Lawan Karhutla, Guru Besar IPB Bambang Hero Diganjar Anugerah John Maddox Prize

”Saat ini salah satu kendala yang dihadapi berdasarkan faktor alam adalah musim kemarau. Pada saat kemarau produksi benih ikan lele berkurang disebabkan karena induk ikan lele sulit untuk memijah, " ujarnya.

Sementara itu salah satu Fasilitator SLAK LPPM IPB Universiry, Herawati Rasid  menjelaskan, IPB University  telah membawa salah satu inovasi yaitu hormon Oodev. Hormon Oodev bagi ikan berfungsi untuk mempercepat pematangan kelenjar reproduksi (gonad) dalam pemijahan baik pada musim hujan maupun kemarau.

Harapannya, inovasi tersebut dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan produktivitas kegiatan perikanan di Kabupaten Tulang Bawang Barat. (


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: