Kita Hebat Hadir Menjawab Permasalahan Sosial di Kota Medan Melalui Gerakkan Pemberdayaan

TrubusNews
Thomas Aquinus
18 Nov 2019   15:30 WIB

Komentar
Kita Hebat Hadir Menjawab Permasalahan Sosial di Kota Medan Melalui Gerakkan Pemberdayaan

Klara Juwita Tarigan, Project Supervisor Kita Hebat. (Foto : Trubus.id/TH A Krisnaldi G)

Trubus.id -- Permasalahan lingkungan menjadi ancaman nyata dunia khususnya di Kota Medan yang dinobatkan sebagai kota metropolitan terkotor pada tahun 2018 oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Sebagai komunitas yang bergerak di sektor lingkungan, sejak tahun 2017 Kita Hebat telah melakukan upaya pemberdayaan keluarga pra-sejahtera dan berkebutuhan khusus untuk memproduksi slurry biogas dan ulos kreasi daur ulang untuk berkontribusi menyelesaikan permasalahan lingkungan yang ada di kota Medan.

“Kita hebat bertoleransi untuk 3 bagian, lingkungan sekitar, toleransi juga untuk anak-anak berkebutuhan khusus dan kaum marjinal di kota Medan”, ujar Klara Juwita Tarigan, Project Supervisor Kita Hebat saat menjadi pembicara talkshow #BeVeganAct4DisadvantageNow: Sustainable Solutions for International Tolerance Day di @America, Pasific Place, Jakarta, Jumat (15/11).

Baca Lainnya : Membangun Wirausaha Tidak Harus Dimulai dengan Uang, Ini Kuncinya

Dijelaskan Klara, proyek sosial Kita Hebat dilakukan dengan memberdayakan teman-teman berkebutuhan khusus untuk menghasilkan biogas, pupuk cair, berbagai kreasi daur ulang, bekerjasama dengan sejumlah institusi di kota Medan. 

Selain itu, Kita Hebat juga mendukung dalam terciptanya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) dengan mengajak gaya hidup vegan untuk mengurangi pemanasan global dan perubahan iklim. Selain itu juga mengenalkan gaya hidup 5 R (Rethink-Reduce-Reuse-Recycle-Repair) dengan program menukar 20 kemasan (sachet) layak pakai potongan rapi dengan 1 dompet kemasan (sachet) “Hurangi Kemasana, Dapothon Dompetna”.

“Melalui produk turunan ulos seperti dompet, tas, gantungan kunci ini, kami ingin mengapresiasi budaya dan filosofi Batak dalam menghadapi intoleransi yang sangat besar dewasa ini, yang mengancam persatuan Indonesia sampai intoleransi terhadap individu berkebutuhan khusus dan keluarga pra–sejahtera. Semoga kita mampu bertoleransi terhadap karya mereka yang mungkin ada kekurangannya. Kami berharap setiap orang yang membeli tas, dompet, atau gantungan kunci ulos ini juga terinspirasi akan pentingnya menjaga persaudaraan manusia dan pelestarian alam,” tutur Klara.

Baca Lainnya : Specialpreneur Berharap Ibu Kota Membuka Peluang Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Klara mengatakan, melalui Kita Hebat, dirinya juga memberikan pendidikan keterampilan yang dapat menjangkau teman – teman berkebutuhan khusus. 

“Jadi kita berusaha menggali kemampuan mereka untuk apa yang mereka bisa dan bagian mana saja yang mereka bisa. Jadi menggali kemampuan mereka jadi sama dengan kita, kita bekerja mereka juga bekerja, hanya yang membedakan kita bisa mengatur emosi kita, mereka tidak”, katanya. 

Klara mengatakan, bisnis model Kita Hebat selama ini dilakukan dengan konsep "dari rumah untuk rumah", dari sampah plastik yang dihasilkan diubah menjadi recycle produk, dan yang tidak bisa diubah dimasukkan ke dalam bank sampah yang memberikan penghasilan melalui penjualan. 

“Kita juga membuat sampah dedaunan menjadi pupuk biopori untuk tanaman di kebunnya. Kalau kotoran hewan bisa kita ubah menjadi biopori untuk menyuburkan tanaman kita dan ujungnya makanan itu bisa kita panen kita masak kita kelola jadi kembali lagi ke rumah”, ujarnya.

Berkat usaha yang dilakukannya selama ini, Kita Hebat didaulat menjadi salah satu pemenang dalam program Young Changemakers Social Enterprise Academy yang digagas oleh @america bersama Campaign untuk mendorong dan meningkatkan kapasitas anggota YSEALI dibidang usaha sosial. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Dana Desa Berikan Dampak Signifikan Terhadap Ekonomi Perdesaan

Pendampingan   23 Feb 2020 - 23:58 WIB
Bagikan:          
Bagikan: