CARE IPB Gandeng Bappeda Kabupaten Malang Kembangkan Koperasi SAR Kopi

TrubusNews
Syahroni
17 Nov 2019   06:00 WIB

Komentar
CARE IPB Gandeng Bappeda Kabupaten Malang Kembangkan Koperasi SAR Kopi

Focus Group Discussion (FGD) yang digelar bersama Bappeda dan tokoh masyarakat setempat di Ruang Rapat Kertanegara Kabupaten Malang. (Foto : Doc/ HUmas IPB)

Trubus.id -- Pusat Kajian Resolusi Konflik (CARE) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IPB University bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang berkomitmen mengembangkan komoditas kopi di kawasan tersebut. Pengelolaan komoditas tersebut nantinya akan diserahkan kepada Koperasi Sridoretno Makmur Bersama (SMB) dan BUMDES di Desa Srimulyo, Sukodono, dan Baturetno.

“Potensi kemitraan antara Koperasi SMB dengan BUMDES sangat terbuka lebar. Dengan membangun kerjasama yang baik dapat saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Hal ini disebabkan adanya kebutuhan untuk saling memperkuat dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing pihak dalam upaya meningkatkan kinerja lembaga,” ungkap Prof Manuntun Parulian Hutagaol, peneliti CARE LPPM IPB University dalam siaran persnya, Sabtu (16/11). 

Lebih lanjut, Dosen FEM IPB University itu mengungkapkan koperasi memiliki SDM berpengalaman dan sudah memiliki modal dari tabungan anggota. Dengan demikian BUMDES tidak perlu mengeluarkan modal besar untuk memulai usaha dan sudah ada anggota koperasi sebagai target pasar utama. BUMDES juga dapat terlibat aktif mendukung upaya mensejahterakan petani kopi dan mengangkat komoditi kopi sebagai komoditi unggulan Kecamatan Dampit.

Melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar bersama Bappeda dan tokoh masyarakat setempat di Ruang Rapat Kertanegara Kabupaten Malang beberapa waktu lalu, ada dua kerja sama yang ditawarkan oleh Koperasi SAR SMB yaitu pengembangan usaha primer pemasaran kopi specialty dan usaha sekunder pengadaan pupuk dan bahan beras bagi anggota koperasi.

Supaya minat masyarakat untuk mengembangkan agribisnis kopi meningkat, digelar juga kuliah bersama yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, petani, dan kepala desa setempat. Pada kuliah ini masyarakat dikenalkan mengenai Koperasi Sentra Agribisnis Rakyat (SAR)  Kopi di Kecamatan Dampit. Melalui kuliah ini diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi dalam mendukung dan mengawasi Koperasi SAR. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Kemenkop dan UKM Targetkan 6 Persen Pelaku UKM Naik Kelas di 2020

Keuangan Mikro   20 Jan 2020 - 15:46 WIB
Bagikan:          

Kemenkop dan UKM Bakal Prioritaskan Pengembangan Bambu Rakyat

Pendampingan   20 Jan 2020 - 14:33 WIB
Bagikan: