Kodeta, Desain Baju Daur Ulang Plastik Karya Mahasiswa IPB University Raih Juara 1 Kompetisi Nasional

TrubusNews
Thomas Aquinus
15 Nov 2019   19:00 WIB

Komentar
Kodeta, Desain Baju Daur Ulang Plastik Karya Mahasiswa IPB University Raih Juara 1 Kompetisi Nasional

Tiga mahasiswa IPB desain kostum dari mendaur ulang bahan bekas. (Foto : IPB University)

Trubus.id -- Tiga mahasiswa IPB University yaitu Holidin (Departemen Agronomi dan Hortikultura), Akhmad Kusairi (Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen) dan Rahmat Zuhair (Departemen Ilmu Ekonomi) raih Juara I dalam Lomba Ecodiction Index 2019 di IPB University, Bogor, belum lama ini.

Dalam lomba yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ini, mereka mendesain kostum yang diberi nama Keindahan Ekologi dengan Aksi Nyata (Kodeta). Kodeta dirancang sebagai upaya mengelola atau mendaur ulang barang bekas sebaik mungkin sehingga dapat menciptakan keindahan lingkungan, bahkan dapat bernilai jual. 

“Kostum yang kami rancang menggambarkan keindahan lingkungan alam yang diaplikasikan ke dalam fashion yang tetap kekinian, stylish, dan ramah lingkungan,” terang Holidin sebagai Ketua Tim. 

Baca Lainnya : Mahasiswa IPB University Rancang Program PENDEKAR untuk Bangun Pendidikan di Keluarga

Ide membuat Kodeta muncul karena keresahan terhadap perilaku manusia yang kebanyakan masih tidak sadar terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Masih banyak orang yang tidak memanfaatkan plastik bekas serta minimnya pengetahuan atau keahlian dalam mendaur ulang bekas secara manual hingga menggunakan mesin. 

“Kami senang sekali bisa memenangkan kompetisi ini, dikarenakan lomba ini menantang kami sebagai generasi muda untuk lebih kreatif dan peduli terhadap lingkungan terutama masalah plastik. Para pemuda diharapkan mampu memberi solusi dengan membuat karya-karya terbaik dari plastik sehingga plastik mempunyai nilai lebih bukan sekedar sampah,” ungkap Holidin. 

Baca Lainnya : Potensi Kopi di Gunung Puntang Tinggi, CARE IPB Beri Pelatihan Barista

Dalam mengikuti lomba tersebut, Holidin menyampaikan terdapat tantangan-tantangan yang perlu dihadapi oleh mereka, terlebih dalam tim tersebut semuanya adalah laki-laki. Mereka sedikit terkendala dalam masalah mendesain pakaian itu sendiri. Mereka membutuhkan banyak sampah plastik, memilih yang terbaik dan cocok dengan desain yang diinginkan.

“Kami berharap dengan adanya karya ini, kita pun semakin peduli terhadap lingkungan dan berusaha mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari. Berawal dari hal kecil yaitu membuang sampah pada tempatnya karena itu mempunyai pengaruh yang besar terhadap lingkungan,” tutup Holidin.  


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Majalah Trubus Menjawab Tantangan Perkembangan Zaman

Pendampingan   20 Feb 2020 - 12:29 WIB
Bagikan:          

Kembali ke Desa, Majalah Trubus Harus Terbit 50 Tahun Lagi

Pendampingan   14 Feb 2020 - 21:01 WIB
Bagikan:          

Kemenkop dan UKM Ungkap 6 Tahap Sukses Kelola Bisnis Kedai Kopi

Pendampingan   14 Feb 2020 - 10:35 WIB
Bagikan: