Kepedulian Anak Muda Pontianak untuk Pariwisata dan Ekonomi Daerah Melalui Aplikasi Permainan

TrubusNews
Thomas Aquinus
14 Nov 2019   19:00 WIB

Komentar
Kepedulian Anak Muda Pontianak untuk Pariwisata dan Ekonomi Daerah Melalui Aplikasi Permainan

Dimas Apriyandi menjelaskan mengenai Papon.id. (Foto : campaign.com)

Trubus.id -- Sebagai anak muda asal Pontianak sekaligus pecinta traveling, Dimas Apriyandi tidak menemukan cukup informasi mengenai pariwisata kota tersebut. Ketiadaan informasi ini membuat masyarakat Pontianak sendiri kurang mengenal pariwisata daerahnya.

Sementara itu, Pontianak sendiri merupakan salah satu kota dengan segudang saksi sejarah Indonesia, sekaligus kota dengan ragam kebudayaan yang luas. Sebuah hal yang seharusnya menunjukkan tingginya potensi pariwisata sejarah dan budaya di ibukota Kalimantan Barat ini.

Di sisi lain, dari segi ekonomi, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskumdag) menyebut jumlah UMKM di Pontianak mencapai 17 ribu, dengan tujuh ribu di antaranya sudah mendapat lisensi. Namun, hanya 40 dari seluruh produk lokal yang berhasil masuk ke modern market.

Baca Lainnya : Inspirasi Sugeng, Anak Desa yang Bangun Ekowisata di Gunung Kidul

Melihat Indonesia sebagai salah satu negara pemakai game terbesar di dunia, membuat Dimas tergerak untuk membuat sebuah aplikasi memperkenalkan pariwisata melalui permainan. 

Dimas Apriyandi saat memperkenalkan Papon.id (Foto: campaign.com)

“Bagaimana kita membawa unsur di luar game kedalam suatu game untuk mencapai suatu value dan meningkatkan interaksi”, ujarnya. 
Berdasarkan permasalahan tersebutlah Dimas bersama Maudina Tri Hartasya dan Ryan Oktafiandi,  menggagas permainan usaha sosial yang dinamakan Papon.id.

Papon yang diambil dari kata Pariwisata Pontianak, merupakan aplikasi yang menggabungkan permainan smartphone dengan konten interaktif untuk mengenalkan pariwisata dan produk lokal Pontianak.

Baca Lainnya : Membangun Wirausaha Tidak Harus Dimulai dengan Uang, Ini Kuncinya

“Kita membuat orang-orang bermain, mereka have fun tetapi secara tidak langsung peduli dengan pariwisata kota Pontianak, kita membawa ikon, budaya, sejarah semuanya berdasarkan latar belakang kota Pontianak”, ujarnya dalam Grand Launching bertajuk PAPON The Explorer: Travelling In Your Own Way, di @america, Pacific Place, Jakarta, pada Rabu, (13/11).

Permainan pertama Papon.id yaitu Papon: The Explorer mengambil konsep endless runner sehingga mudah dimainkan semua kalangan. Selain itu, permainan ini juga dilengkapi dengan sejumlah pertanyaan trivial yang terkait dengan informasi pariwisata Pontianak yang dapat menambah pengetahuan pemain. 

Melalui Papon, Dimas mengatakan masyarakat bisa mengetahui tentang pariwisata dan produk lokal kota Pontianak di aplikasi Papon. “Dan produk lokal Pontianak yang bekerja sama dengan kami bisa tukarkan poin yang di dalam game. Jadi engga cuman main game tapi juga bisa kumpulkan poin yang bisa ditukarkan voucher produk lokal di kota Pontianak”, katanya.

Baca Lainnya : Komunitas Milenial Asal Yogyakarta Maksimalkan Pemberdayaan dengan Limbah Kelapa

Dimas menegaskan, permainan ini dibentuk untuk dapat mengenalkan pariwisata Pontianak, bahkan kepada masyarakat yang belum sempat berkunjung ke kota yang dilewati garis khatulistiwa tersebut.

Dikatakannya, Papon.id menjadi harapannya untuk meningkatkan awareness masyarakat dalam dan luar negeri tentang Kota Pontianak.

Sementara itu, Maudina mengatakan bahwa perkembangan Papon hingga bisa publish tidak lepas dari bimbingan program Young Changemakers Social Enterprise Academy. Menurutnya, Papon yang dirintis dari 2018 yang saat itu masih dalam bentuk prototype dan perlu wadah atau tempat yang bisa mengembangkan Papon sebagai social entreprise dengan cara yang benar.

Baca Lainnya : Specialpreneur Berharap Ibu Kota Membuka Peluang Kerja bagi Penyandang Disabilitas

“Di bootcamp Young Changemakers Social Enterprise Academy itu belajar benar-benar dari awal sampai akhir gimana pemasarannya, mencapai costumer yang tepat, jadi kita diajari banget semua hal yang berkaitan menjalankan sebuah sosial bisnis sampai siap untuk launch”, katanya. 

Maudina berharap setelah Kota Pontianak, dirinya ingin mengembangkan kota-kota lain di Kalimantan Barat agar semakin dikenal. "Kalimantan Barat sendiri ada banyak kota cantik-cantik juga ada Singkawang, kedepaannya (harapannya) bisa mencapai se-Indonesia”, pungkasnya. [NN]


 


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: