3 Peluang Gairahkan Kembali UMKM dan Koperasi di Era Disrupsi

TrubusNews
Thomas Aquinus
11 Nov 2019   13:00 WIB

Komentar
3 Peluang Gairahkan Kembali UMKM dan Koperasi di Era Disrupsi

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (Foto : Kemenkop UKM)

Trubus.id -- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan ada tiga peluang menggairahkan kembali UMKM dan koperasi di era disrupsi bisa menjadi peluang untuk menggairahkan UMKM dan koperasi. saat ini.

"Pertama, manfaatkan digitalisasi ini dengan membuat platform yang bisa memperluas pasar UMKM. Kedua, memberikan sentuhan teknologi produksi atas produk-produk UMKM.  Dan ketiga, menyediakan fasilitas skim pembiayaan yang sesuai dengan karakeristik UMKM," ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam siaran persnya, Minggu (10/11).

Teten mengungkapkan, untuk bisa mengakses pembiayaan khususnya dari perbankan, para UMKM atau kelompok tani bisa tergabung dalam wadah koperasi sehingga memiliki badan hukum, yang memudahkan lembaga pembiayaan seperti perbankan untuk bisa membiayai. Jadi, koperasi menjadi agregasi dari UMKM semisal kelompok pertanian, peternakan, perikanan, kuliner maupun kerajinan.

Menurut Teten, kenapa harus agregasi karena rentang UMKM sangatlah luas dan rumit. Dengan jumlah 63 juta lebih dimana 98 persennya adalah usaha mikro, maka butuh kebijakan yang bisa menjangkau semua.

Baca Lainnya : Membangun SDM Koperasi Melalui Bimtek Sistem Pengendalian Itern

Dirinya memberi contoh, para petani di pulau Jawa yang kepemilikan lahannya rata-rata sempit atau dibawah 2 hektare, namun ditanami banyak komoditi. Meskipun UMKM menyumbang 60 persen PDB, namun umumnya mereka belum masuk pada value chain (rantai produksi).

Karena itu, aplikasi-aplikasi digitalisasi menjadi sangat penting untuk menghubungkan antara petani, konsumen maupun investor.

"Aplikasi menjadi penting agar ada agregasi dari para petani-petani kecil ini, karena bisa masuk dalam skala bisnis," jelas Teten.

Aplikasi juga bisa menghubungkan akses pasar dan memberikan kepastian harga. Selain itu, dengan aplikasi juga bisa menjawab masalah modernisasi teknologi produksi dimana  produk petani nanti bisa dipusatkan dalam sharing factory dalam hal pengolahannya.

Baca Lainnya : Bunga KUR Rendah Persempit Penyaluran Kredit Koperasi

Sementara itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya siap melakukan kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, namun kerja sama itu akan banyak diimplementasikan di daerah khususnya di tingkat kecamatan. Dalam hal ini Kementerian Pertanian akan membentuk Kostaran (komando strategis pertanian) yang berada  di kecamatan.

"Masalah pertanian adalah masalah kita bersama, karena itu semakin banyak yang ikut khususnya platform digital, saya semakin senang," kata mantan Gubernur Sulsel itu. 

Baca Lainnya : Koperasi Kopi Bandung Sukses Tembus Pasar Dunia

Saat ini problemnya adalah masalah data, yang masih berbeda-beda. "Saya targetkan tanggal 1 Desember akan ada satu data pertanian yang akan dipakai oleh semua, data itu mencakup 34 provinsi, 580 kota kabupaten lebih, dan 74 ribu lebih kecamatan di seluruh Indonesia," katanya.

Mentan mengajak Menkop dan UKM untuk melakukan kerjasama antara kelompok-kelompok tani dengan koperasi setempat, untuk menaikkan produktivitas padi, palawija dan perkebunan.

"Kita juga akan ajak desa, agar dana desa jangan hanya untuk membuat jalan atau got aja, namun juga untuk pertanian," kata Syahrul.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Trubus Dorong Kemandirian Pangan Keluarga dengan Tabulampot

Pendampingan   08 Agu 2020 - 16:11 WIB
Bagikan:          

Babad Bina Swadaya, Awal Mula Berdirinya Bina Swadaya

Pendampingan   04 Agu 2020 - 15:15 WIB
Bagikan:          
Bagikan: