Kemenkop UKM Siapkan 5 Program Unggulan Supaya Koperasi dan UKM Berdaya Saing

TrubusNews
Thomas Aquinus
06 Nov 2019   10:00 WIB

Komentar
Kemenkop UKM Siapkan 5 Program Unggulan Supaya Koperasi dan UKM Berdaya Saing

Menteri Koperasi Dan UKM Teten Masduki saat melakukan konferensi pers bersama wartawan terkait 5 program unggulan Kemenkop UKM. (Foto : Kemenkop UKM)

Trubus.id -- Kementerian Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah (Kemenkop dan UKM) telah menyusun lima program unggulan dalam rangka membawa produk-produk Koperasi dan UKM memiliki daya saing tinggi supaya bisa masuk dalam global value chain.  

“Lima program ini sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Koperasi dan UMKM yang jumlahnya lebih dari 60 juta itu sebagai andalan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan penyerapan tenaga kerja, terutama di tengah situasi perekonomian global yang kurang baik saat ini,” kata Menteri Koperasi Dan UKM Teten Masduki, dalam siaran persnya, Selasa (5/11).

Program strategis yang pertama adalah memperbesar akses pasar baik di dalam negeri maupun di luar negeri, sehingga tercipta peluang dan permintaan terhadap produk-produk Koperasi dan UMKM.

“Ke depan pelaku Koperasi dan UMKM dapat bekerja maksimal tanpa perlu takut produknya tidak bisa dipasarkan. Salah satu cara adalah dengan mendukung dan membantu penjualan secara online, dengan membuat regulasi agar perusahaan aplikasi dari luar negeri turut mempromosikan dan menjual produk Koperasi dan UMKM kita,” ujar Teten.

Baca Lainnya : Kemenkop UKM Ungkap Koperasi Bisa Memenuhi Kebutuhan Para Pelaku Usaha

Program strategis kedua adalah peningkatan kualitas produksi dan inovasi untuk meningkatkan daya saing produk dan jasa yang dihasilkan.

“Kita bantu menyediakan teknologi dan sarana pendukung, untuk memperbaiki kualitas dan kapasitas produksi yang bisa digunakan secara kolektif,” jelas Teten.

Dirinya juga menambahkan bahwa Kemenkop Dan UKM akan membantu sertifikasi produk-produk baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri, sehingga dapat bersaing di pasar global.

Program strategis ketiga yaitu menyangkut agregasi pembiayaan yang akan menjadi solusi untuk meningkatkan pertumbuhan Koperasi dan UMKM.

”Kami sudah mengadakan pembicaraan dengan instansi dan lembaga terkait untuk mencari skema pembiayaan yang tepat, dengan membangun kemitraan dengan perusahaan-perusahaan besar, untuk menjadi off-taker produk UMKM dan avalis untuk pembiayaan.” katanya.

Baca Lainnya : Harkopnas 2019, Kemenkop UKM Fokus Gaet Generasi Milenial

Teten juga menyampaikan pentingnya kelancaran dan efisiensi transaksi bagi UMKM seperti pembayaran digital dan juga kelancaran logistik sehingga memperkuat daya saing.

Dalam rangka memperbaiki kualitas layanan, program strategis keempat adalah pengembangan kapasitas manajemen dan usaha Koperasi dan UMKM yang diwujudkan antara lain melalui pemberian konsultasi, pelatihan dan pendampingan oleh para ahli.  Hal tersebut perlu dilakukan agar para pelaku UMKM dapat menambah pengetahuan untuk memasarkan produk ke luar negeri. 

Sedangkan program strategis kelima adalah memberikan kemudahan dan kesempatan mengembangkan usaha bagi Koperasi dan UMKM.

“Dengan langkah ini produk-produk lokal memiliki kesempatan yang sama untuk ditempatkan sejajar dengan produk-produk impor di mal-mal besar di Indonesia maupun negara sahabat,” ujar Teten.

Baca Lainnya : Menkop UKM Ingin Pusat Perbelanjaan Serap Produk UMKM Berkualitas

Kementerian Koperasi dan UKM juga menargetkan untuk menumbuhkan usaha dan startup-startup baru di kalangan anak muda dengan melibatkan universitas dan pusat-pusat UKM sehingga pengusaha muda tumbuh dengan signifikan.

Menurutnya, sangat perlu menyediakan playing field atau ladang usaha yang sama bagi Koperasi dan UMKM dengan importir.  Karena itu perlu didukung dengan insentif seperti pajak. Selain itu akan ada pendampingan dan mitigasi hukum bagi pelaku Koperasi dan UKM dari berbagai ancaman masalah, termasuk melindungi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang mereka miliki dan juga perlindungan dari resiko fraud.

“Ke depannya Koperasi dan UMKM Indonesia yang memiliki potensi di sektor unggulan seperti perkebunan, pertanian, perikanan, fashion, makanan dan minuman, home decor, kerajinan dan pariwisata dapat benar-benar menjadi andalan dalam menggerakkan pertumbuhan perekonomian Indonesia melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan devisa,” ujar Teten.  

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Babad Bina Swadaya, Awal Mula Berdirinya Bina Swadaya

Pendampingan   04 Agu 2020 - 15:15 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Peran Perempuan dalam Upaya Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19

Pendampingan   30 Juli 2020 - 16:14 WIB
Bagikan: