IPB University Gelar Pelatihan Penulisan Policy Brief Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan

TrubusNews
Thomas Aquinus
06 Nov 2019   08:00 WIB

Komentar
IPB University Gelar Pelatihan Penulisan Policy Brief Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan

Kegiatan Pelatihan Penulisan Policy Brief dalam Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan (JRKPL) (Foto : IPB University)

Trubus.id -- Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University berkolaborasi dengan Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penulisan Policy Brief dalam Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan (JRKPL),beberapa waktu lalu di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan sebagai bagian dari akselerasi peningkatan minat penulisan artikel dalam bentuk risalah kebijakan (policy brief).

Prof Anja Meryandini, chief editor dari JRKPL mengatakan, kegiatan ini menjadi media promosi JRKPL kepada seluruh insan akademik dan peneliti di lingkungan kementerian, lembaga penelitian dan perguruan tinggi mengenai adanya format penulisan ilmiah dalam bentuk risalah kebijakan (policy brief).
    
“Kebutuhan  wadah untuk menuangkan gagasan, ide dan pemikiran menjadi sesuatu yang tertulis sangat dibutuhkan akhir-akhir ini, terkait dengan pengambilan kebijakan,” ujar Dr Sofyan Sjaf, Kepala PSP3 LPPM IPB University.

Baca Lainnya : Mahasiswa dari 7 Negara Pelajari Biodiversitas Belitong Park Saat Summer Course di IPB University

Dr Sofyan Sjaf melanjutkan bahwa, “Keberadaan JRKPL menjadi wadah yang amat penting bagi para peneliti untuk bisa menyampaikan pemikirannya kepada para pengambil kebijakan.”

Hal yang senada juga disampaikan oleh Dr Akhmad Faqih saat membuka kegiatan pelatihan. “Pemikiran para peneliti cenderung fokus pada satu permasalahan, namun pemikiran pengambil kebijakan cenderung dinamis dan melompat-lompat mengikuti arah pengambilan kebijakan, sehingga perlu ada sinkronisasi dalam menyatukan pemikiran yang ada melalui proses science-policy interface. Penulisan policy brief diperlukan sebagai wadah penyampaian rekomendasi kebijakan dengan bahasa tulisan yang dapat secara cepat dan mudah untuk dibaca oleh para pengambil kebijakan dan disusun dengan dasar hasil penelitian ilmiah". 

Kegiatan ini digelar sebagai upaya merevitalisasi JRKPL yang sempat vakum dalam satu tahun terakhir ini.  Disamping untuk membangkitkan budaya akademik menulis artikel dalam bentuk risalah kebijakan.

Baca Lainnya : Integritas, Inovasi dan Inspirasi Menjadi Kunci Sukses IPB University

Guru Besar IPB University dari Fakultas Pertanian,  Prof Hadi Susilo Arifin memaparkan mengenai teknik penulisan artikel ilmiah dan kiat-kiat atau strategi dalam menyusun artikel ilmiah dalam format risalah kebijakan.

Artikel risalah kebijakan ditulis dengan bahasa populer yang mudah dibaca dan dicerna oleh para pengambil kebijakan, jadi tujuan tulisannya adalah agar dapat dibaca secara cepat oleh para stakeholders.

Baca Lainnya : Gali Ilmu Sains Kaum Milenial, IPB University Gelar Pesta Sains Nasional

Sementara Guru Besar IPB University dari Fakultas Teknologi Pertanian,  Prof Y Aris Purwanto memberikan materi mengenai plagiarisme di dunia penulisan artikel ilmiah yang mencakup fabrication, falsfication dan plagiarism. Prof Aris juga menjelaskan teknik penggunaan aplikasi pengecekan plagiarisme, sehingga para peserta dapat lebih berhati-hati dalam menulis agar tidak terjebak dalam penulisan yang cenderung plagiat,” jelasnya.

Dr Kaswanto, dosen IPB University dari Fakultas Pertanian mengatakan format penulisan risalah kebijakan berbeda dengan penulisan artikel ilmiah pada umumnya.

“Format artikel risalah kebijakan diawali dengan pernyataan kunci, rekomendasi kebijakan, baru setelah itu dilanjutkan dengan pendahuluan, dan kemudian penyampaian situasi terkini terhadap isu yang dibahas, metode pengambilan data, dan diakhiri dengan penyampaian analisis dan alternatif solusi. Perbedaan inilah yang sangat perlu untuk disampaikan kepada peserta pelatihan. Format inilah yang perlu kita latih, karena hal ini berbeda dari yang biasa,” jelasnya.  


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Kemenkop dan UKM Targetkan 6 Persen Pelaku UKM Naik Kelas di 2020

Keuangan Mikro   20 Jan 2020 - 15:46 WIB
Bagikan:          

Kemenkop dan UKM Bakal Prioritaskan Pengembangan Bambu Rakyat

Pendampingan   20 Jan 2020 - 14:33 WIB
Bagikan: