6 Kunci Atasi Risiko Wirausahawan Menuju Jalan Sukses

TrubusNews
Thomas Aquinus
31 Okt 2019   20:30 WIB

Komentar
6 Kunci Atasi Risiko Wirausahawan Menuju Jalan Sukses

Ilustrasi (Foto : Pixabay/lukasbieri)

Trubus.id -- Sebagai seorang wirausahawan, Trubus Mania kemungkinan besar harus mengasumsikan tingkat risiko tertentu di beberapa titik untuk mewujudkan tujuan kamu.

Dengan demikian, mempelajari cara mengelola risiko secara efektif adalah keterampilan penting dalam membantu kamu mencapai kesuksesan.
Jika Trubus Mania tidak yakin bagaimana meningkatkan hubungan kamu dengan sebuah risiko? Nah, kamu bisa memulai  dengan mengikuti tips berikut ini yang dilansir dari entrpreneurcom:

1. Akui bahwa risiko adalah bagian dari kewirausahaan

Kamu tidak pernah harus menyukai risiko, tetapi  harus menerima bahwa risiko itu ada. Berpura-pura tidak ada di sana tidak akan membuatnya pergi. Akan sangat membantu untuk mengingat hal ini: 

Kebanyakan hal yang bermanfaat memerlukan tingkat risiko tertentu. Apakah melakukan perdagangan di pasar saham, memulai bisnis baru, memperluas bisnis yang sudah ada atau bahkan hanya meminta kenaikan gaji, kamu harus meletakkan sesuatu dalam perencanaan, apakah itu uang atau hanya kebanggaan kamu. Namun, akan sangat membantu untuk mengingat bahwa seringkali, hadiah potensial membuat risiko bermanfaat.

Baca Lainnya : Kemenperin Tumbuhkan Wirausaha Baru dengan Revitalisasi IKM di Pasigala

2. Bersiaplah

Jika kamu akan terjun payung,  pasti akan memastikan terlebih dahulu  parasut dalam kondisi berfungsi sebelum keluar dari pesawat. Demikian juga dalam bisnis, penting untuk menilai kesiapan sebelum mengambil risiko.

Pertama, periksa pola pikir kamu. Apakah merasa tenang, sudah cukup tidur, sudah makan? Kedua, periksa kesiapsiagaan kamu untuk tugas atau tugas tertentu. Misalnya, jika kamu akan menandatangani perjanjian sewa untuk ruang bisnis, apakah memiliki dokumen secara berurutan dan semua dokumentasi yang diperlukan?

Bersiap-siap dapat membantu kamu mengelola risiko secara lebih efektif dengan menjaga dalam keadaan tenang dan pikiran yang tenang.

3. Lakukan penelitian 

Tidak peduli apa pun risiko yang kamu ambil, mulai dari mencari klien baru hingga berinvestasi dalam bisnis baru, penting untuk memastikan bahwa langkah kamu dihitung. Ini artinya kamu harus melakukan riset. 

Baca Lainnya : Ratusan Wirausahawan Baru Gelar Produk IKM Kreatif di Jakarta

Misalnya, jika Trubus Mania akan berinvestasi dalam truk makanan, maka harus mempelajari semuanya tentang truk makanan, termasuk hukum zonasi, biaya dan izin, peraturan parkir dan sebagainya. Dengan mampu mengantisipasi hambatan potensial, kamu akan lebih mampu mengatasinya jika dan ketika mereka muncul.

4. Pertimbangkan skenario terbaik

Sedikit optimisme bisa memberi kamu keberanian untuk menindaklanjuti dengan mengambil risiko. Jadi pertimbangkan ini: Apa yang terbaik yang bisa terjadi? Visualisasikan skenario terbaik sebelum mengambil risiko. Pertimbangkan bagaimana rasanya mencapai tujuan kamu. Mengawasi hadiah dapat membantu mengelola risiko dengan membantu tetap termotivasi.

5. Pertimbangkan skenario terburuk

Ini mungkin tidak menyenangkan seperti mempertimbangkan skenario terbaik, tetapi sama pentingnya. Mempertimbangkan apa yang bisa salah ketika mengambil risiko bukanlah membuat diri kamu justru terkena serangan panik. Bahkan sebaliknya, ini dapat membantu mempertimbangkan apa yang bisa salah dalam keputusan kamu sehingga dapat mengambil langkah proaktif untuk menghindari hasil seperti itu.

6. Belajar dari setiap pengalaman

 Apa pun yang terjadi setelah mengambil risiko, kamu akan selalu belajar dari pengalaman. Misalnya, kamu telah memutuskan untuk mengambil alih ruang ritel di jalan perbelanjaan yang sibuk. Bahkan jika bisnis gagal, kamu masih akan belajar banyak tentang menjalankan bisnis ritel, politik kota, dan pemasaran usaha kecil.

Jika bisnis berjalan dengan baik, maka akan belajar keterampilan yang berharga tentang pemasaran, manajemen karyawan, dan publisitas. Tentu, kebanyakan orang lebih suka mengalami skenario sukses.

Namun, perlu diperhatikan jika hasilnya tidak bagus, maka bukan berarti hanya buang-buang waktu. Hal tersebut dapat membantu kamu mengelola risiko dengan lebih baik dengan membantu mengingatkan bahwa kamu akan selalu mendapatkan sesuatu.


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: