Dukung Visi Presiden, Kemenperin Lakukan Pemberdayaan Pacu Pertumbuhan IKM

TrubusNews
Thomas Aquinus
28 Okt 2019   12:30 WIB

Komentar
Dukung Visi Presiden, Kemenperin Lakukan Pemberdayaan Pacu Pertumbuhan IKM

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih. (Foto : Kemenperin)

Trubus.id -- Sejalan dengan fokus kerja Kabinet Indonesia Maju dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu pertumbuhan wirausaha industri baru khususnya di sektor industri kecil dan menengah (IKM) dengan menekankan pada pemberdayaan usaha kecil, mikro, dan menengah.

“IKM berperan penting menjadi tulang punggung perekonomian nasional, bahkan mereka mampu berdiri tegak ketika kondisi ekonomi global sedang tidak stabil,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam keterangan tertulisnya.

Dirjen IKMA mengungkapkan, IKM merupakan sektor mayoritas dari populasi industri di Indonesia. Selama ini, aktivitasnya konsisten membawa efek berganda yang luas dalam upaya mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat. "Pendekatan pembinaan yang kami lakukan melalui sentra,” ujarnya.

Baca Lainnya : Termasuk 10 Program Prioritas Nasional, Kemenperin Dorong IKM Goes Digital

Sampai saat ini, jumlah IKM di dalam negeri melampaui 4,4 juta unit usaha atau mencapai 99% dari seluruh unit usaha industri di Tanah Air. Selain itu, sektor industri mikro, kecil, dan menengah sudah menyerap hingga 10,5 juta tenaga kerja atau berkontribusi 65% dari sektor industri secara keseluruhan.

Gati menegaskan, penumbuhan wirausaha industri baru di sektor IKM menjadi langkah strategis dalam merebut peluang dari bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia hingga tahun 2030. 

Sementara itu, berdasarkan studi McKinsey, penerapan industri 4.0 dan ekonomi digital, akan membutuhkan 17 juta tenaga kerja yang melek digital dan mendorong tambahan ekonomi sebesar USD150 miliar kepada PDB nasional.

Baca Lainnya : Pelaku UKM dan IKM Olahan Keripik Kota Singkawang Bidik Pasar Malaysia

“Dari tahun 2015 sampai 2019, kami telah melatih calon wirausaha baru sebanyak 57.417 peserta. Sampai tahun 2019, jumlah calon wirausaha baru yang sudah difasilitasi mendapatkan izin usaha mencapai 12.999  pelaku IKM,” paparnya.

Bahkan, untuk mendukung penumbuhan IKM di luar Pulau Jawa, Kemenperin telah berhasil membangun 22 sentra IKM sepanjang tahun 2015-2019. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 sentra sudah beroperasi.

“Dalam upaya pengembangan IKM dan wirausaha industri baru, kami juga telah melaksanakan program restrukturisasi mesin dan peralatan kepada 341 pelaku IKM sepanjang 2015-2018, dengan nilai investasi sebesar Rp144,65 Miliar,” imbuhnya. Mesin dan alat itu antara lain diberikan kepada pelaku IKM alat angkut, sandang, aneka, barang dari kayu, furnitur, kimia, logam, mesin, serta pangan.

Baca Lainnya : Kemenperin Fasilitasi Kemitraan Ratusan Pelaku IKM dengan Industri Skala Besar

Selain menyentuh hingga ke lingkungan pondok pesantren, Kemenperin juga melakukan penumbuhan startup berbasis digital dengan melibatkan sebanyak 190 startup melalui ICT Center dan pelatihan IKM 

Selain itu, dalam pelaksanaan program e-Smart IKM yang diluncurkan sejak tahun 2017, Ditjen IKMA telah melaksanakan workshop e-Smart IKM yang diikuti sebanyak 10.038 peserta, dan hingga saat ini total transaksi penjualan yang dihasilkan mencapai Rp3,27 Miliar.


 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Cegah Virus Corona, Kemendes PDTT Bentuk Desa Tanggap Covid-19

Pendampingan   26 Mar 2020 - 08:37 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: