Peningkatan SDM di Desa Paling Cepat Menggunakan Platform Digital Akademi Desa 4.0

TrubusNews
Thomas Aquinus
28 Okt 2019   09:00 WIB

Komentar
Peningkatan SDM di Desa Paling Cepat Menggunakan Platform Digital Akademi Desa 4.0

Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi. (Foto : Kemendes PDTT)

Trubus.id -- Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi mengungkapkan, percepatan peningkatan kapasitas SDM di desa menuju Indonesia Maju paling tepat menggunakan platform digital dengan Akademi Desa 4.0.

Sebagai platform digital, Anwar menyampaikan dalam pengembangannya membutuhkan ekosistem untuk menyediakan bahan pelatihan, pelatihan bersama, dan penyusunan sertifikat pelatihan bersama-sama.

"Oleh karena itu, dalam rakor ini selain dihadiri jajaran dari Kemendes PDTT, juga dihadiri dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Pusat Statistik, Perpustakaan Nasional, Tokopedia, Bukalapak," ujarnya saat Rapat Koordinasi Program Akademi Desa 4.0 beberapa waktu lalu.

Anwar menjelaskan, Platform Akademi Desa 4.0 menjadi salah satu jawaban untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan dan ketrampilan warga desa.

Baca Lainnya : Kemendes PDTT Kirim 11 Pegiat Desa Studi Banding Prukades ke Thailand

Platform ini akan mudah dijangkau oleh 96 persen desa-desa yang penduduknya sudah terbiasa dengan aplikasi digital. Terdapat sembilan kurikulum dasar pelatihan, yakni materi mengenai Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), BUMDes, Perencanaan dan Musyawarah Desa, Good Village Government, Keuangan dan Akuntansi Desa, Kepemimpinan Desa, Kewirausahaan Desa, Strategi Pertumbuhan Usaha Desa, dan Teknologi Tepat Guna Desa.

"Sebagai platform dalam ranah Revolusi Industri 4.0 berbasiskan teknologi digital, maka pengembangan dan keberlanjutan Akademi Desa 4.0 membutuhkan ekosistem yang subur. Pada titik inilah dibutuhkan kolaborasi antarpihak, semata-mata untuk mempercepat peningkatan kapasitas SDM di desa, dalam rangka membangun Indonesia Maju," jelasnya dalam keterangan tertulis.

Anwar menyampaikan, pembangunan fisik dan ekonomi desa yang masif sejak dilaksanakannya UU No 6/2014 tentang Desa harus diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusia desa.

Baca Lainnya : Cara Jitu Kemendes PDTT Tingkatkan UMKM di Era Disruptif

Membangun SDM di desa tujuannya agar perencanaan pembangunan desa lebih kuat berdasarkan data setempat, pelaksanaan pembangunan bersifat partisipatif, dan memberikan hasil yang berdaya guna serta berhasil guna.

"Pengembangan kapasitas warga desa juga butuh ditingkatkan. Tujuannya, agar warga dengan cepat mampu memanfaatkan hasil-hasil pembangunan untuk mempercepat perolehan pendapatan, menjaga gotong royong, serta menjaga kemandirian," ujarnya.

Dijelaskannya, selama periode 2015-2018, pembangunan desa sebenarnya lebih banyak dimanfaatkan golongan menengah dan miskin. Sekitar 45 juta golongan bawah desa memperoleh peningkatan pendapatan 3 persen pertahun.

Adapun golongan menengah sebanyak 45 juta jiwa mengalami peningkatan lebih tinggi, hingga 6 persen pertahun. Golongan atas justru mengalami penurunan hingga lebih dari 8 persen sepanjang tahun 2015-2018.

Baca Lainnya : Forum Pertides Menjadi Sarana Sinergitas Kemendes PDTT dengan Perguruan Tinggi

"Inilah yang menjaga indeks gini ratio perdesaan bertahan pada 0,32. artinya cenderung tetap merata," katanya.

Pembangunan desa yang masif masih terus berlangsung, bahkan dengan rencana nilai Dana Desa Rp 400 triliun, yang lebih tinggi daripada Rp 257 triliun sepanjang tahun 2015-2019. Artinya, pemanfaatan hasil pembangunan desa akan lebih besar lagi.

"Ini menunjukkan peningkatan kapasitas SDM desa berpeluang menambahkan manfaat bagi penghidupan warga," katanya. 

 

 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Berdayakan Ekonomi Warga Melalui Bank Sampah

Pendampingan   11 Sep 2020 - 14:09 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: