Kemenpar Siapkan Program One Gm One SMK Ciptakan SDM Unggul Pariwisata

TrubusNews
Thomas Aquinus
17 Okt 2019   12:00 WIB

Komentar
Kemenpar Siapkan Program One Gm One SMK Ciptakan SDM Unggul Pariwisata

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata Tahun 2019. (Foto : Kemenpar)

Trubus.id -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan sejumlah program untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di bidang pariwisata. Program tersebut disinergikan dengan Kemendikbud/Kemendikti serta industri pariwisata sehingga para lulusan mudah terserap oleh pasar di dalam negeri maupun mancanegara.

“Program konkrit di antaranya One GM One SMK sebagai wujud sinergi antara Kemenpar dan Kemendikbud dengan industri pariwisata dalam mencetak para lulusan SMK Pariwisata mudah terserap oleh industri pariwisata,” kata Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan (BPIK) Kemenpar  Ni Wayan Giri Adyani dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/10).

Saat menjadi keynote speech dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata Tahun 2019, Ni Wayan Giri Adyani menegaskan, program menciptakan SDM unggul melalui pendidikan vokasi menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam lima tahun ke depan.

“Kemenpar telah mengimplementasikan program SDM unggul di bidang pariwisata yang dikenal dengan 3C yaitu Curriculum, Certification, dan Center of Excellence,” kata Ni Wayan Giri Adyani.

Baca Lainnya : Kemenpar Dukung Homestay dan Desa Wisata di Sumut Perkuat Storytelling

Sementara itu, kurikulim peningkatan SDM pariwisata mengacu pada standar global baik dari sisi lulusan, dosen, dan institusinya. Standar internasional kurikulum tersebut mengacu pada Tedqual Certification dari UNWTO. Sedangkan program Certification para lulusan sekolah SMK Pariwisata dan perguruan tinggi pariwisata harus 100 persen mendapatkan sertifikasi MRA-TP (Mutual Recognition Arrangement For Tourism Professional) agar mudah diterima di pasar tenaga kerja regional tingkat ASEAN.

Di kalangan dosen dilakukan sertifikasi sebagai CHE (Certified of Hospitality Educator), sedangkan sertifikasi untuk institusi pendidikan pariwisata menggunakan Center for World University Ranking (CWUR) untuk program studi hospitality, leisure, serta sport dan tourism.

Kemenpar membawahi 6 Pergurunan Tinggi Negeri (PTN) Pariwisata dan telah menetapkan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung sebagai center of excellence kuliner, STB Nusa Dua Bali untuk wisata budaya, Poltekpar Lombok untuk wisata halal, Poltekpar Makassar untuk wisata maritim, Poltekpar Palembang untuk wisata olahraga, dan Poltekpar Medan sebagai center of excellence wisata geopark.

Baca Lainnya : Bangun SDM Berkualitas, Kemenpar Gelar Pelatihan Dasar Kepariwisataan

“Menteri Pariwisata Arief Yahya selalu menekankan agar anak-anak kita di sekolah dan perguruan tinggi dididik oleh para profesional terbaik dengan harapan agar Indonesia memiliki lulusan yang memiliki keterampilan unggul dan banyak dibutuhkan oleh stakeholders,” kata Ni Wayan Giri Adyani.

Keterampilan di bidang informasi teknologi (IT) di era industri 4.0 juga disiapkan dalam program Wonderful Indonesia Digital Tourism (WIDT) 4.0. Secara khusus WIDT 4.0. dibahas dalam Rakornas yang menghasilkan 6 program inisiatif yakni program pemetaan digital “maturity” dalam industri pariwisata di Indonesia meliputi program pemetaan kompetensi, kurikulum, metode pembelajaran, dan sertifikasi WIDT 4.0.

Selain itu program kerja sama link & match antara Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP) dan industri di bidang pengembangan kompetensi digital, program pengembangan dan pembinaan SDM desa wisata dengan PTNP, dan program kerja sama pengembangan start up pariwisata dan industri kreatif di berbagai destinasi wisata. Kemudian program pengembangan dan pelatihan WIDI (Wonderful Indonesia Digital) Champion.

Wisnu Bawa Tarunajaya dalam Rakornas SMK Pariwisata Tahun 2019 yang mengangkat tema ‘Pengembangan SDM SMK Pariwisata di Era Revolusi Industri 4.0’ memaparkan sejumlah hasil program kerja dalam meningkatkan kompetensi anak didik maupun para guru SMK Pariwisata.

Baca Lainnya : Sukabumi dan Mojokerto Didukung Kemenpar Menjadi Lokasi Desa Wisata  

“Hal menarik adalah Program One GM One SMK, Evaluasi dan Tindak Lanjut yang dipaparkan oleh Hadi Sutrisno dari Asosiasi SMK Pariwisata,” kata Wisnu Bawa Tarunajaya.

 Rakornas diikuti sekitar 400 peserta dari kementerian (Kemenpar, Kemdikbud, dan Kemendagri), lembaga (Badan Nasional Sertifikasi Profesi/BNSP), Asosiasi Pariwisata (PHRI, ASITA, IHGM, IHGMA), serta perwakilan SMK Pariwisata se-Indonesia terakreditasi A, SMK Pariwisata Revitalisasi, SMK Pariwisata yang memiliki LSP-P1, serta SMK Pariwisata mewakili Provinsi dari seluruh Indonesia.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: