BNPB Berikan Pendampingan dan Pemasaran Kepada Kelompok Terdampak Bencana

TrubusNews
Thomas Aquinus
13 Okt 2019   13:00 WIB

Komentar
BNPB Berikan Pendampingan dan Pemasaran Kepada Kelompok Terdampak Bencana

Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan pendampingan dan pemasaran kepada kelompok terdampak bencana. (Foto : Dok BNPB)

Trubus.id -- Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan pendampingan dan pemasaran kepada kelompok terdampak bencana. Produk yang dihasilkan pun mendapat minat yang tingi dari masyarakat, diharapkan kedepannya dapat menjadi komoditas ekspor.

Kepala Subdit Peningkatan Sosial pada saat pameran Pengurangan Risiko Bencana, Hutomo mengatakan, tidak hanya membantu saat bencana, BNPB juga ikut berperan dalam mendampingi korban untuk pemulihan perekonomian pascabencana melalui Direktorat Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi, agar masyarakat bisa bangkit kembali pasca mengalami kejadian bencana.

"BNPB berkomitmen melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi ekonomi masyarakat, setelah dilanda bencana. Salah satunya dalam dukungan pemasaran bagi kelompok usaha atau masyarakat yang terdampak bencana" ujarnya, Sabtu (12/10).

Baca Lainnya : BNPB Segera Implementasikan Keluarga Tangguh Bencana pada 2020

Adapun BNPB melakukan pendampingan berupa bimbingan teknik, pelatihan berupa budidaya tanaman, pengolahan pascapanen, manajemen usaha, branding, dan pengemasan.

"Masyarakat terdampak bencana diberikan pembinaan dan diberi dukungan pemasaran dengan mengikuti berbagai macam pameran. Melalui pameran ini, kelompok-kelompok binaan dari daerah pascabencana akan semakin terbuka akses pemasarannya dan perekonomian menjadi semakin pulih", lanjut Hutomo.

Produk yang dihasilkan kelompok terdampak bencana (Foto: Dok BNPB)

Salah satunya adalah melalui Pameran Pengurangan Risiko Bencana yang sedang berlangsung di Pangkal Pinang Bangka Belitung. Pameran ini, bagian dari cara BNPB untuk memasarkan produk-produk hasil dari warga terdampak.

Sejumlah produk yang ditampilkan dalam pameran kali ini antara lain, Berbagai jenis kopi arabika, robusta, dan liberika dihadirkan dari berbagai daerah pascabencana. Kopi yang dihadirkan antara lain berasal dari Lingkar Gunung Sinabung Kabupaten Karo, Lahan Gambut di Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, Daerah Dieng dan Kalibening Kabupaten Banjarnegara, Kintamani Kabupaten Bangli, Bayan Kabupaten Lombok Utara, Sajang Sembalun Gunung Rinjani Lombok Timur, dan Kalosi Enrekang. 

Baca Lainnya : BNPB Telah Miliki 20 Personel dengan Kualifikasi ASEAN ERAT

Tidak hanya kopi, produk lain yang ditampilkan di antaranya pupuk organik cair produksi masyarakat Bengkayang, Kalimantan Barat. Terdapat pula batik khas Jawa, kerajinan tangan dan sirup salak yang merupakan produksi dari masyarakat yang menjadi korban dari letusan Gunung Merapi. Kain tenun khas Bima Nusa Tenggara Barat yang beberapa waktu lalu tertimpa bencana banjir bandang.

Produk yang dihasilkan kelompok terdampak bencana (Foto: Dok BNPB)

Pameran Pengurangan Risiko Bencana dibuka untuk umum dan gratis, digelar mulai 11-13 Oktober 2019 di Alun-alun Taman Merdeka, Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Pameran ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2019 yang diadakan di Provinsi Bangka Belitung, Selain menampilkan produk binaan terdampak bencana, BNPB juga menampilkan edukasi penanggulangan bencana, peralatan penanggulangan bencana, donor darah di rumah sakit lapangan, dan pameran foto dan video terkait penanggulangan bencana.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Industri Batik dan Kerajinan Perlu Dipoles Teknologi Modern

Pendampingan   12 Okt 2020 - 10:24 WIB
Bagikan:          

Berdayakan Ekonomi Warga Melalui Bank Sampah

Pendampingan   11 Sep 2020 - 14:09 WIB
Bagikan:          
Bagikan: