Pasar Potensial, Kebutuhan Cangkul Nasional Capai 10 Juta per Tahun

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
07 Okt 2019   14:30

Komentar
Pasar Potensial, Kebutuhan Cangkul Nasional Capai 10 Juta per Tahun

Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih mengatakan, Indonesia menghentikan impor alat-alat pertanian termasuk cangkul yang kedepannya haru dipenuhi para pengrajin. Kebutuhan cangkul di Indonesia setiap tahun mencapai 10 juta buah per tahun sehingga menjadi pasar potensial. Untuk itu, Kementerian Perindustrian menjadikan Desa Mekar Maju, Kecamatan Pasirjambu, menjadi pusat suplai alat-alat pertanian ke seluruh Indonesia. 

"Presiden sudah menyatakan Indonesia menghentikan import alat-alat pertanian termasuk cangkul sehingga kesempatan ini harus dipenuhi para pengrajin," kata Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, saat kick off Bumdes Desa Mekar Maju sebagai pusat pemasok alat pertanian di GOR Desa Mekar Maju, Senin, (7/10).

Kemenperin mencatat, jumlah IKM perkakas pertanian yang tersebar di Indonesia sebanyak 12.609 unit usaha, di mana sekitar 3.000 unit usaha di antaranya merupakan IKM produsen cangkul.

Baca Lainnya : Pelaku UKM dan IKM Olahan Keripik Kota Singkawang Bidik Pasar Malaysia

Adapun kebutuhan cangkul sendiri sebanyak 10 juta unit per tahun. Di Kabupaten Bandung,  jumlah IKM Perkakas Pertanian terdata sebanyak 352 IKM dengan 235 di antaranya merupakan IKM di Desa Mekarmaju.Menurutnya, kebutuhan cangkul di Indonesia merupakan pasar besar. 

"Minimal kebutuhan cangkul di Indonesia antara 6-7 juta unit per tahunnya. Ini sebuah pasar besar sehingga masuk cangkul import yang akhirnya kita hentikan," ujarnya dikutip dari Pikiranrakyatcom

Gati menyatakan, pemerintah mendorong pusat-pusat industri kecil logam untuk pemasok alat-alat pertanian maupun otomotif. "Tentu saja meski namanya industri kecil harus menerapkan teknologi tinggi sesuai dengan tuntutan industri era 4.0. Penggunaan teknologi informasi tak bisa terelakkan," katanya.

Baca Lainnya : Kemenperin Fasilitasi Kemitraan Ratusan Pelaku IKM dengan Industri Skala Besar

Dalam rangka peningkatan kualitas produk nasional, Ditjen IKMA mendorong diberlakukannya Standar Nasional Indonesia (SNI). Pada tahun 2019 telah dilakukan pendampingan penerapan SNI Cangkul bagi IKM perkakas pertanian di Sentra Mekarmaju, Kab. Bandung.

Sementara itu, Sekda Kabupaten, Teddy Kusdiana mengatakan, Pemkab Bandung mendorong industri kecil untuk terus tumbuh dengan keunggulan masing-masing.

"Apalagi Pemkab Bandung ingin membentuk 1.000 kampung industri kecil termasuk industri kecil alat pertanian ini," ujarnya.

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: