Kemensos Lakukan Rehabilitasi Sosial Pemulihan Psikologis Pengungsi Wamena

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
06 Okt 2019   20:00

Komentar
Kemensos Lakukan Rehabilitasi Sosial Pemulihan Psikologis Pengungsi Wamena

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat bertemu dengan salah satu pengungsi Wamena. (Foto : Dok Kemensos)

Trubus.id -- Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat mengatakan, situasi psikologis warga pascakonflik umumnya masih merasa takut, cemas, khawatir, tegang dan sering terkejut apabila mendengar suara keras. Untuk itu pihaknya terus melakukan rehabilitasi sosial untuk pemulihan psikologis pengungsi.

"Untuk itu sebagaimana arahan Menteri Sosial Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita, kami terus melakukan rehabilitasi sosial untuk memulihkan kondisi psikologis mereka," kata Dirjen dalam siaran persnya, Minggu (6/10).

Ia menjelaskan, proses rehabilitasi sosial dilakukan dengan memberikan layanan dukungan psikososial. Beberapa cara di antaranya mengajak terus beraktifitas, melibatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan bersama-sama pengungsi lain, sehingga tidak melamun berkepanjangan dan perlahan dapat menyembuhkan trauma. Misalnya penyintas di pengungsian ikut memasak di dapur umum, berdoa bersama, mengajak mereka untuk membersihkan lingkungan, hingga relaksasi imajinatif dan relaksasi otot progresif.

Baca Lainnya : Kemensos Siapkan 5 Langkah Tangani Karhutla di Sumatera dan Kalimantan

"Seperti yang dilakukan oleh personel Kodim 1702/Jayawijaya, Polres Jayawijaya, pengungsi, pemda, dan relawan dalam Karya Bakti Bersama. Mereka berkeliling membersihkan sekolah-sekolah yang rusak, puing-puing kantor pemerintahan, rumah-rumah warga, pasar, dan jalan raya," terang Dirjen.

Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Chandra Dianto mengatakan situasi di Wamena perlahan mulai kondusif. Hal ini terlihat dari aktivitas masyarakat sudah mulai membuka toko, mulai keluar rumah, lalu lintas di jalan sudah mulai ramai lalu lalang kendaraan.

"Melalui kegiatan Karya Bakti Bersama harapannya kota bisa tertata lagi sehingga aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat berjalan kembali seperti biasa," kata Dandim.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kemensos atas bantuan logistik dan peralatan dapur umum yang sangat bermanfaat saat terjadi lonjakan jumlah pengungsi pada hari pertama pascakerusuhan.

Baca Lainnya : Kemensos Lakukan Lokakarya Penguatan 243 Agen Perubahan Reformasi Birokrasi

"Awalnya dapur umum memasak menggunakan logistik Kodim dan peralatan seadanya. Menggunakan panci-panci kecil dan memasak dengan kayu bakar. Hari kedua pascakerusuhan Tim Kemensos sudah di Wamena dan diberikan perlengkapan dapur umum dan sampai saat ini dapur umum berjalan dengan baik," terangnya.

Salah seorang warga di pengungsian, Ami (34) yang ditemui di Dapur Umum Pengungsian Kodim menceritakan setiap hari ia memasak bersama ibu-ibu Persit (Persatuan IStri Tentara) memasak dua kali sehari. Untuk sarapan diberikan roti, susu, dan sereal dari Kodim.

"Siang tadi masak nasi, sayur cap cay, dan opor ayam. Kalau untuk malam ini menunya tumis kangkung dan telur rebus masak balado," kata Ami.

Dandim Chandra juga menyampaikan terima kasih karena kehadiran Tim Layanan Dukungan Psikososial dari Kementerian Sosial di pengungsian sangat bermanfaat terutama bagi anak-anak.

Baca Lainnya : Batik Papua, Kaya Motif Indah Memikat Hati

"Proses pendampingan secara psikologis ini membantu anak-anak lebih ceria dibandingkan saat pertama kali datang mengungsi," katanya.

Sementara itu berdasarkan data dari Kodim 1702/Jayawijaya, data pengungsi di Wamena hingga Sabtu petang (5/10) tercatat sebanyak 2.636

jiwa dengan rincian tempat pengungsian Kodim 1702/Jayawijaya (1.254 jiwa), Polres Jayawijaya (662 jiwa), Koramil 1702-03/Wamena (150 jiwa), Subdenpom Wamena (29 jiwa), Gereja Betlehem (35 jiwa), Yonif 756/WMS (19 jiwa), Gereja Efata (22 jiwa), Masjid (37 jiwa), Gereja Advent (95 jiwa), Gereja El-Shadday (50 jiwa), Masjid Pasar baru (20 jiwa), Gedung Pikeyro (16 jiwa), Kantor KPU (7 jiwa), Gang Nirwana (12 jiwa), Pabrik tahu Hom Hom (20 jiwa), tersebar di perumahan penduduk(208 jiwa).

Baca Lainnya : Jokowi Kirim Bantuan Bahan Pokok ke Ambon dan Wamena

Dalam kunjungan ke Wamena, Dirjen meninjau enam titik terdampak cukup parah yakni Pasar Baru, Hom Hom, Pasar Woma, Kama, Pikei, dan Kantor Bupati. Berdasarkan pantauan kondisi di jalan raya umumnya sudah tampak aktivitas warga, restoran Padang dan warung makan sudah buka, toko bangunan ramai pembeli, beberapa pedagang sayuran sudah mulai berjualan, dan pedagang ikan tampak ramai pembeli. Mereka berjualan di pinggir jalan karena pasar terbakar.

"Denyut ekonomi yang mulai berjalan ini merupakan salah satu tanda kondisi Wamena mulai berangsur pulih dan kondusif. Tentunya ini harapan kita semua agar Wamena bangkit," kata Dirjen.

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: