Lompatan Kemajuan Desa Hanya Bisa Dicapai Secara Gotong Royong dan Pemanfaatan Teknologi

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
22 Sep 2019   11:00

Komentar
Lompatan Kemajuan Desa Hanya Bisa Dicapai Secara Gotong Royong dan Pemanfaatan Teknologi

Workshop Pemanfaatan Teknologi Berbasis Kearifan Lokal Desa, Bandung, Jawa Barat. (Foto : Dok Kemenko PMK)

Trubus.id -- Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Sonny Harry B Harmadi mengatakan bahwa lompatan kemajuan desa hanya bisa dicapai secara bergotong royong. Untuk itu pihaknya mengoordinasikan kebijakan pembangunan desa dengan turut melibatkan peran perguruan tinggi Institut Teknologi Bandung (ITB). Adapun tujuannya agar lompatan kemajuan desa lebih cepat melalui pemanfaatan teknologi.

Dalam keterangan tertulisnya, Sonny menjelaskan, penggunaan dana desa, salah satunya diprioritaskan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Prioritas penggunaan dana desa harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat desa.

"Diantaranya berupa peningkatan kualitas hidup, peningkatan kesejahteraan, penanggulangan kemiskinan, serta peningkatan pelayanan publik," tuturnya saat acara Workshop Pemanfaatan Teknologi Berbasis Kearifan Lokal Desa, Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Sedangkan Rektor Institut Teknologi Bandung Kadarsah Suryadi yang juga Ketua Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) menyambut baik sinergi tersebut.

Baca Lainnya : Dana Desa Fasilitasi Wahana Bermain di Pantai Sorake Nias

“Kami memiliki SDM yang selama ini telah mengembangkan teknologi sederhana untuk mendukung percepatan pembangunan desa. Dengan sinergi ini diharapkan kerjasama untuk membangun desa ke depan lebih terstruktur dan berkelanjutan”, jelas Kadarsah.

Sementara itu, Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendes PDTT Harlina Sulistyorini, menjelaskan progres pembangunan desa beserta tantangan yang dihadapi saat ini.

Pada workshop ini dibentuk kelompok kerja (pokja) yang masing-masing membahas mengenai tema tertentu. Pokja 1 tema infrastruktur dasar seperti listrik, air bersih, infrastruktur jalan, dan sanitasi. Pokja 2 tema konektivitas dan aksesibilitas, Pokja 3 tema capacity building perangkat desa dan masyarakat, Pokja 4 tema sustainability program, Pokja 5 tema teknologi produksi sederhana dan tepat guna.

Baca Lainnya : Menteri Desa Dorong Nias Gunakan Dana Desa Kembangkan Desa Wisata

"Pembangunan desa merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk para civitas akademika. Akademisi diharapkan dapat memberikan gagasan-gagasan dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di desa menggunakan teknologi sederhana dan tepat guna," tegas Sonny.

Ikut dalam workshop ini diantaranya Kepala Dinas PMD Prov Jawa Barat Dedi Supandi beserta jajaran, para guru besar dan dosen ITB serta perguruan tinggi lainnya di Bandung. Tidak ketinggalan turut hadir beberapa kepala desa, camat dan pendamping desa, serta penyedia layanan internet. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: