Pacu Investasi, Indonesia dan Singapura Lanjutkan Kerja Sama Bidang Pendidikan Vokasi

TrubusNews
Thomas Aquinus
21 Sep 2019   09:00 WIB

Komentar
Pacu Investasi, Indonesia dan Singapura Lanjutkan Kerja Sama Bidang Pendidikan Vokasi

Indonesia dan Singapura sepakat untuk terus melanjutkan kerja sama dalam bidang pengembangan pendidikan vokasi. (Foto : Dok Kemenperin)

Trubus.id -- Indonesia dan Singapura sepakat untuk terus melanjutkan kerja sama dalam bidang pengembangan pendidikan vokasi. Upaya strategis ini guna menciptakan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten, terutama dalam kesiapan menghadapi era industri 4.0.

“Kami ingin program yang sudah terlaksana pada tahun lalu dan tahun ini masih bisa dilanjutkan. Bahkan, jumlah pesertanya kami targetkan lebih banyak lagi,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian Eko S.A. Cahyanto di Jakarta, Kamis (19/9).

Tahun ini, Kemenperin telah memfasilitasi pelatihan kepada kepala sekolah dan guru produktif Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Institute of Technical Education (ITE) Singapura. Ini sebagai tindak lanjut dari program pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri di sejumlah daerah.

Baca Lainnya : Kominfo Dukung Prioritas Pemerintah Kembangkan SDM Pendidikan dan Kesehatan

“Pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kemenperin dengan Temasek Foundation dan ITE Educational Service (ITEES) dalam rangka merevitaliasi SMK yang dilakukan Kemenperin,” tuturnya. Dalam implementasinya, ITEES sudah melatih 74 guru produktif SMK untuk pelatihan bidang pendidikan teknik dan vokasi (TVET).

“Mereka mendapatkan program peningkatan keterampilan teknis di bidang teknik mesin, teknik listrik, dan otomasi industri,” sebut Eko. Selain itu, juga digelar program Lokakarya Pelatihan Kepemimpinan (Leaders Training Workshop/LTW) untuk 25 kepala sekolah SMK.

Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan profesional guru dan perangkat manajemen sekolah kejuruan untuk mengelola unit TVET di Indonesia secara profesional. “Ke depannya, kami ingin memanfaatkan Batam menjadi pusat pelatihan tersebut. Jadi, bisa sebagai supporting bagi industri-industri di sekitarnya, terutama yang berbasis teknologi tinggi,” terangnya.

Baca Lainnya : Dorong SDM Kompeten, Kemenperin Evaluasi Program Pendidikan Vokasi Industri

Apalagi, menurut Kepala BPSDMI, di Batam memiliki kawasan yang fokus mengembangkan sektor andalan dalam penerapan industri 4.0 seperti perusahaan elektronika. “Tentunya, apabila ada fasilitas penyediaan SDM kompeten, akan menjadi daya tarik bagi para investor yang ingin masuk. Misalnya, saat ini Batam menjadi pusat pertumbuhan industri smartphone di Indonesia,” imbuhnya.

Selain itu, Kemenperin akan memanfaatkan Bintan sebagai lokasi yang menjadi pusat pengembangan SDM penopang industri jasa pemeliharaan dan perbaikan (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) pesawat di dalam negeri. “Mungkin nanti kami dorong ada Politeknik untuk mendukung industri MRO,” ujar Eko.

Kepala BPSDMI juga menyampaikan, Kemenperin aktif mengajak para investor Singapura untuk terus menanamkan modalnya di Indonesia. Hal ini disampaikan ketika Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Menteri Industri dan Perdagangan Singapura Chan Chun Sing di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baca Lainnya : Kutai Kertanegara Disiapkan Sebagai Sentra Pendidikan Vokasi

“Contohnya, mendorong Batam menjadi pengembangan klaster industri Singapura, karena mereka terbatas secara teritorial,” ungkapnya. Lokasi lainnya adalah mengoptimalkan Kawasan Industri Kendal, yang merupakan buah kerja sama antara Indonesia dan Singapura.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengemukakan, Kawasan Industri Kendal sedang diusulkan menjadi kawasan ekonomi khusus. “Jadi, bisa menjadi salah satu area untuk ekspansi industri di Semarang dan Kendal sekalagus sebagai export hub. Apalagi, akan ada klaster industri tekstil di Jawa Tengah,” ujarnya.

Menperin menambahkan, sudah ada investor China yang akan merelokasi pabrik tekstil ke Kawasan Industri Kendal. “Ini salah satu pionir yang akan relokasi. Kami berharap dapat memperkuat struktur industri di dalam negeri. Apalagi, tekstil menjadi sektor andalan dalam implementasi industri 4.0. Maka itu, kami juga dorong transfer teknologi permesinannya,” imbuhnya. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Babad Bina Swadaya, Awal Mula Berdirinya Bina Swadaya

Pendampingan   04 Agu 2020 - 15:15 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Peran Perempuan dalam Upaya Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19

Pendampingan   30 Juli 2020 - 16:14 WIB
Bagikan: