Pemerintah Diminta Lebih Serius Dampingi Pelaku Usaha Domestik Melawan Serangan Produk Impor

TrubusPreneur
By Syahroni | Followers 2
06 Sep 2019   21:30

Komentar
Pemerintah Diminta Lebih Serius Dampingi Pelaku Usaha Domestik Melawan Serangan Produk Impor

Baja impor, salah satu produk yang kini tengah mengancam pelaku usaha baja domestik. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Produk baja impor yang masuk ke Indonesia terutama dari China dan Vietnam, membuat industri dalam negeri terjepit. Hal ini disebabkan harga jual baja tersebut relatif lebih murah dari baja lokal.

Direktur Eksekutif Indonesia Zinc Aluminium Steel Industries (IZASI), Maharany Putri mengatakan, tingkat pertumbuhan konsumsi baja di Indonesia menempati peringkat pertama di ASEAN pada 2017. Konsumsi terbesar tersebut digenjot oleh besarnya permintaan sektor konstruksi dalam beberapa tahun belakangan. Sayangnya, peningkatan permintaan sektor konstruksi tersebut dibarengi oleh peningkatan masuknya baja impor dari China juga Vietnam.

Berdasarkan data dari BPS, peningkatan ini sebenarnya terlihat dari tahun ke tahun sejak 2013, namun bertambah tinggi mulai 2017-2018. Pemicunya ditenggarai karena harga barang impor adalah 30-40 persen di bawah harga domestik Indonesia.

"Ini seperti tsunami bagi pengusaha dalam negeri. Harga produknya mungkin lebih murah tetapi non standar, ini yang seharusnya diperhatikan oleh pemerintah," sebutnya di Jakarta, Kamis (5/9).

Di tempat yang sama Ketua Umum IZASI, Yan Xu mengatakan, utilitas pabrikan industri baja lapis nasional telah turun ke level 40%. Utilitas sebelum banjir impor baja terjadi, yakni pada 2016, berada di atas 80%. Dampaknya seperti yang terjadi di sektor hulu baja, sektor tengah hingga hilir juga terpaksa melakukan efisiensi, salah satunya dengan cara memangkas jumlah tenaga kerja.

"Secara konsolidasi industri baja lapis telah melepas sekitar 15%-20% tenaga kerja dari total tenaga kerja industri dalam 18 bulan terakhir," katanya.

Untuk itu, Stephanus Koeswandi, pengurus IZASI lainnya sangat berharap pada Kabinet Presiden Jokowi yang akan diumumkan sekitar Oktober 2019 mendatang, muncul sosok menteri yang membela kepentingan pengusaha domestik.

"Kami sangat berharap menteri-menteri seperti menteri perindustrian, perdagangan adalah sosok yang membela kepentingan pengusaha dalam negeri dan ada harmonisasi regulasi yang baik," katanya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: