Yatno Gondrong, Sulap Tempat Pembuangan Sampah jadi Kebun Anggur yang Indah

TrubusPreneur
By Syahroni | Followers 2
04 Sep 2019   23:00

Komentar
Yatno Gondrong, Sulap Tempat Pembuangan Sampah jadi Kebun Anggur yang Indah

Yatno Gondrong, petani pendamping Sudin KPKP Jakarta Timur dengan anggur siap panen di Kebun Imut Sinakal. (Foto : Trubus.id/ Syahroni)

Trubus.id -- Beberapa dompol anggur hijau yang nampak mulai ranum, terlihat menghiasi para-para sederhana di sebuah lahan sempit di Jalan Malaka II, Kelurahan Malaka Sari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Di bawah para-para setinggi 2 meter tersebut, terlihat juga ratusan bibit Vitis vinivera atau tanaman anggur berbagai usia. 

Green house sederhana, kolam kecil serta beberapa jenis tanaman sayuran yang ada di lokasi itu pun menambah kesan hijau di lahan seluas 800 meter persegi yang diberi nama Kebun Imut 'Sinakal' itu.

Bibit anggur dengan teknik grafting dengan memanfaatkan madu sebagai ZPT karya Yatno sudah berhasil berbuah. (Foto: Trubusid/ Syahroni) 

Keberadaan kebun anggur itu sendiri tak lepas dari peran Yatno Gondrong dan rekan-rekannya sesama petugas PPSU dari Kelurahan Malaka Sari. Pendamping petani binaan Sudin Ketahanan Pangan, Perikanan dan Peternakan (KPKP) Jakarta Timur ini lah yang berinisiatif membudidayakan anggur di lahan itu untuk pertama kalinya.

Baca Lainnya : White Muscat, Anggur Rasa Mangga yang Kian Populer di Korea

Yatno menceritakan, awalnya kebun itu adalah lahan yang dijadikan tempat pembuangan warga. Namun kemudian, disalahgunakan jadi tempat perjudian hingga tempat mabuk-mabukan. 

Melihat kondisi itu, pihak Kelurahan Malaka Sari berinisiatif untuk membuat lahan itu lebih bermanfaat. Dengan menjadikannya kebun PKK awalnya. Dengan bibit dari Sudin KPKP Jakarta Timur, berbagai jenis sayuran ditanam di lokasi tersebut. Hingga suatu hari Yatno yang mendampingi ibu-ibu PKK itu diminta memberdayakan lahan tidur di bantaran Banjir Kanal Timur (BKT) yang masuk wilayah Malaka Sari untuk dijadikan lahan pertanian.

Satlak Sudin KPKP Duren Sawit, Siti Halimah dalam kunjungan rutinnya di Kebun Imut Sinakal. (Foto: Trubus.id/ Syahroni)

"Awalnya Kebun Imut Sikecil ini dikelola PKK. Namun saya diminta mengembangkan kebun sayur di BKT. Jadi semua sayuran di kebun ini dipindah ke BKT," terang Yatno kepada Trubus.id belum lama ini.

Setelah kebun sayuran dipindah ke BKT, Yatno diminta mengembangkan satu jenis tanaman untuk mengisi kebun yang sudah ditinggalkan itu. Saat itulah ia berfikir untuk mengembangkan tanaman jenis anggur.  

Awalnya Yatno ragu bisa mengembangkan tanaman asal Armenia yang kemudian dikembangkan hingga ke Timur Tengah sejak 4.000 tahun sebelum masehi (SM) itu. Namun berkat informasi dari grup-grup petani anggur di media sosial, Yatno mantap menjalankan usahanya. 

Kini setelah 8 bulan berjalan, Yatno berhasil mengembangkan budidaya anggur dengan sistem grafting dengan pemanfaatan madu sebagai Zat Perangsang Tanaman (ZPT) pertumbuhan akar.

"Untuk bisa tumbuh di Indonesia, khususnya di Jakarta, tanaman anggur butuh batang bawah yang sudah adaptif, makanya kita pakai batang bawah anggur lokal. Kemudian digrafting dengan pucuk anggur impor yang rajin berbuah dan manis rasanya," terang Yatno.

Baca Lainnya : 7 Varietas Unggul Buah Anggur Indonesia, Mana yang Jadi Favoritmu?

Ia menambahkan, sebelumnya ia sempat beberapa kali melakukan uji coba memanfaatkan bahan lain sebagai ZPT perangsang tumbuh akar. 

Beragam jenis bibit anggur impor di Kebun Imut Sikecil yang siap djual. (Foto: Trubus.id/ Syahroni)

"Sebelum pakai madu untuk ZPT, pernah coba pakai bawang dan kimia. Namun ternyata madu hasilnya lebih maksimal," terang Yatno lagi.

Kini, Yatno memiliki 60 jenis anggur impor di Kebun Imut Sikecil. Bibit-bibit anggur hasil grafting dengan pemanfaatan madu sebagai ZPT itu bahkan mendapatkan penghargaan sebagai inovasi pertanian terbaik saat Pemprov DKI menggelar Temu Karya belum lama ini.

Yatno yang mewakili petani Jakarta Timur, berhasil keluar sebagai juara 1 dalam ajang tersebut berkat inovasinya itu. Sebagai bentuk dukungan pemerintah, khususnya Sudin KPKP, Yatno juga diminta mewakili DKI Jakarta di ajang Temu Karya tingkat Nasional yang akan digelar di Padang, tahun 2020 mendatang. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: