Melalui 'Selendang Mayang', BTPN Dampingi Pelaku UKM Mengakses Pasar yang Lebih Luas

TrubusNews
Syahroni
27 Agu 2019   20:05 WIB

Komentar
Melalui 'Selendang Mayang', BTPN Dampingi Pelaku UKM Mengakses Pasar yang Lebih Luas

Program Selendang Mayang digelar untuk membantu pelaku UKM binaan Bank BTPN menembus akses pasar yang lebih luas. (Foto : Trubus.id/ Jati)

Trubus.id -- Bank BTPN kembali menggelar program untuk mendampingi para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) binaan mereka dalam mengembangkan ragam, pesona, cipta dan kreasi usahanya. Tahun ini, program yang diberi nama Selendang Mayang tersebut digelar di kantor cabang BTPN Sinaya di Menara BTPN, Mega Kuningan Jakarta Selatan sejak tanggal 26-27 Agustus 2019 .

Diselenggarakan setiap tahun, Selendang Mayang merupakan salah satu wujud apresiasi Bank BTPN kepada para pelaku Usaha Kecil dan Menengah Indonesia. Indra Budi Kurniawan, Daya Digital Development Bank BTPN mengatakan, seluruh peserta Selendang Mayang merupakan UKM binaan dari Bank BTPN.

"Betul, memang kita bantu mereka untuk akses pasar sebetulnya kan. Yah untuk meningkatkan penjualan mereka yah kita tawarkan pada nasabah Sinaya (unit bisnis pendanaan BTPN) yang sudah kita undang khusus untuk melihat produk-produk yang ada," terangnya kepada Trubus.id, Selasa (27/8).

Indra menjelaskan, dalam program Selendang Mayang tahun ini ada 12 ribuan produk dari 100 nasabah yang dipilih Bank BTPN. Ia menambahkan, jumlah tersebut hanya sebagian dari UKM binaan Bank BTPN. 

Untuk tahun ini, BTPN memang khusus memilih produk premium untuk dipertemukan dengan para investor, khususnya dari nasabah Sinaya BTPN. 

"Ini memang yang premium. Makanan pun yang sehat banget yang tidak pakai gula pasir tapi pakai gula aren, tepungnya bukan tepung terigu tapi tepung casava, kayak gitu-gitu jadi pakai olahan singkong," terang Indra lagi.

Ketika ditanyai soal pendampingan UKM untuk menembus pasar ekspor, Indra menjelaskan, Bank BTPN sendiri saat ini tengah mencoba untuk membuka peluang tersebut. Bank BTPN sendiri sangat terbuka untuk mendampingi UKM dari segi finansialnya.

"Kalau bank kan lebih ke finansialnya. jadi kalau akses-akses seperti itu (peluang ekspor) kita lebih menyerahkan ke pihak yang lebih kompeten. Kita juga lagi kerja sama dengan berkraf, nanti juga ada orang dari Menperindag untuk pendampingannya lagi. Tapi paling tidak kita coba lewat program kita (Selendang Mayang) meningkatkan akses pasar dengan cara mempertemukan nasabah pendanaan dengan UKM binaan lebih dulu," tutur Indra. [RN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Menkop UKM Ungkap 5 Masalah Utama yang Hambat Perkembangan UMKM

Keuangan Mikro   15 Nov 2019 - 08:08 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Sistem IDM Dapat Membantu Pembangunan Desa Mandiri

Pendampingan   15 Nov 2019 - 06:52 WIB
Bagikan: