Petani Kopi Harus Gabung Koperasi untuk Tingkatkan Daya Saing

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
13 Agu 2019   13:00

Komentar
Petani Kopi Harus Gabung Koperasi untuk Tingkatkan Daya Saing

Ilustrasi petani kopi (Foto : ANTARA/M Agung Rajasa)

Trubus.id -- Dalam rangka meningkatkan daya saing petani kopi di tingkat global, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menginginkan petani kopi masuk ke dalam koperasi agar mengangkat perekonomian para petani kopi.

"Petani kopi kalau hanya sendiri-sendiri dengan menawarkan produksi yang terbatas akan sulit bersaing mendapatkan harga tinggi. Lebih baik petani yang produksinya kecil berkumpul dan menjual produknya bersama lewat koperasi. Skala ekonominya lebih besar," ujar Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Victoria br Simanungkalit dalam siaran pers, Selasa (13/8).

Dikatakan Victoria, Kemenkop dan UKM terus mendampingi para petani kopi dengan melakukan edukasi kepada petani kopi agar berpandangan bahwa komoditas kopi merupakan sebuah industri. Hal tersebut dilakukan agar para petani kopi menyadari bahwa mereka masuk ke dalam sebuah ekosistem dan mempunyai peran utama dari bisnis kopi. 

Baca Lainnya : Kopi Kulon Progo Butuh Perlindungan dan Pemberdayaan

"Koperasi sudah terbukti sebagai usaha bersama demi kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pemodal. Petani kopi dapat meningkatkan skala ekonominya dengan bergabung dalam koperasi," katanya yang menilai koperasi merupakan solusi bagi petani kopi.

Melalui koperasi, Victoria yakin petani kopi lebih mudah dapat memahami struktur pasar kopi, melakukan investasi dan meningkatkan nilai tambah dari komoditas yang mereka hasilkan. Sementara itu, pemerintah akan membantu dalam peningkatan daya saing, antara lain dengan standarisasi, akses pembiayaan, aspek perdagangan dan aspek lainnya.

Hal senada juga diutarakan oleh pendiri Koperasi Kopi Mitra Malabar Dhanny Rhismayadi, dirinya mengungkapkan walaupun industri kopi begitu menggeliat saat ini namun pada umumnya para petani kopi masih terbelenggu dalam kemiskinan.

Baca Lainnya : Petani Muda Ini Angkat Martabat Petani Kopi Melalui Koling

Menurutnya, petani kopi hanya bisa bersaing jika berkoperasi. 

"Dalam bentuk koperasi petani sangat diuntungkan. Tanpa koperasi, petani pasti dikerjain tengkulak," ujar Dhanny.

Dhanny menyebutkan, harga green bean Rp70.000 - 150.000/kg, sedangkan harga cherry Rp5.500 - 7.500/kg. Para tengkulak biasanya mengambil kopi gabah dengan harga seperempat dari harga kopi green bean. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: