UMKM Berkontribusi Penting Terhadap Perekonomian Indonesia

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
05 Agu 2019   14:00

Komentar
UMKM Berkontribusi Penting Terhadap Perekonomian Indonesia

Ilustrasi pelaku UMKM (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan menyampaikan, bahwa peningkatan kontribusi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap pendapatan nasional harus terus diupayakan. Menurutnya, UMKM memiliki posisi penting dalam keberlangsungan perekonomian yang berperan dalam membuka lapangan kerja bagi 96,87% angkatan kerja di Indonesia.

Dikatakannya, berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UMKM, pada 2017 kontribusi UMKM pada PDB mencapai 60,34%. Kontribusi UMKM pada dasarnya masih dapat ditingkatkan, karena dalam porsi ekspor di Indonesia hanya mencapai 15,7%. Pengalaman pada 1998 dan 2012 membuktikan bahwa UMKM dapat bertahan dari krisis ekonomi, ditunjukkan dengan pertumbuhan positif yang dicapai UMKM pada saat-saat krisis.

Baca Lainnya : 91 UMKM Binaan Bank Indonesia Sumbang Nilai Ekspor Capai Rp1,4 triliun

”Dengan memperkuat peran UMKM sebagai punggung perekonomian, diharapkan kondisi makroekonomi Indonesia juga menjadi lebih tahan banting terhadap ketidakpastian global di tahun-tahun mendatang. Kebijakan pro-UMKM yang dapat diberikan dapat terfokus pada bantuan modal dan pemasaran, dimana dua fokus ini berpotensi menghambat pertumbuhan UMKM,” ujarnya, Senin (5/8).

Menurutnya, pemerintah harus menyediakan skema permodalan yang ramah terhadap UMKM. Karena selama ini UMKM seringkali sulit mendapatkan modal dari bank karena sulitnya UMKM dalam memenuhi syarat creditworthiness (5C) yang menjadi standar bank dalam memberikan pinjaman. Creditworthiness diartikan sebagai syarat-syarat kelayakan untuk mendapatkan kredit dari bank.

Baca Lainnya : Pemerintah Dorong UMKM Payakumbuh Jadi Sentra Rendang Berstandar Internasional

Dikatakannya, aset yang dimiliki UMKM pada umumnya tidak cukup memadai untuk dijadikan jaminan kepada pihak bank. Hal ini akhirnya yang membuat mereka dikenai bunga yang tinggi. Sementara itu untuk KUR, usaha skala kecil dan mikro masih sulit mendapatkannya. Usaha skala menengah memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan KUR.

”Penguatan peran peer to peer lenders harus dilakukan untuk memberikan UMKM akses ke permodalan dengan skema pembayaran yang ramah UMKM. Peran mereka sebagai perantara bisa turut memberikan manfaat untuk bank melalui produk-produk keuangan yang mereka beli sekaligus bisa memberikan UMKM akses ke permodalan,” terangnya dilansir WartaEkonomi. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: