Dari Permainan Edukasi Menjadi Kenyataan di Kampung Zimba

TrubusNews
Thomas Aquinus
27 Juli 2019   20:00 WIB

Komentar
Dari Permainan Edukasi Menjadi Kenyataan di Kampung Zimba

Permainan edukasi zimba (Foto : Trubus.id/Iman Putra)

Trubus.id -- Motivator desa yang juga merangkap sebagai Ketua BUMDes Tamansari, Bogor, Baban Sarbana mengatakan, konsep Kampung Zimba berawal di tahun 2016 dengan ditemukannya mainan edukasi yang diterima di seluruh puskesmas kota Bogor. Permainan edukasi yang diberi nama zimba tersebut selama ini digunakan untuk sosialisasi hidup sehat kepada warga.

“Awalnya, teman di Dinas Ketahanan Pangan itu butuh sosialisasi B2SA (Pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman). Nah, selama ini dia bosan dengan poster. Setelah melakukan diskusi selama 6 bulan akhirnya ketemulah mainan edukasi”, terang Baban yang ditemui Trubus.id di Desa Tamansari.

Bahkan dikatakannya, salah satu penyuluh yang menggunakan permainan zimba menjadi penyuluh gizi terbaik se-kota Bogor yang akan ke Jawa Barat. 

“Artinya, mainan (Zimba) ini bergunalah, menginspirasi dan baru,” ujar Baban.

Menurut Baban, selama ini yang salah dengan materi media penyuluhan yang dilakukan selama ini bersifat satu arah (one way). 

Konsep kampung zimba di Desa Tamansari, Bogor (Foto: Trubus.id/Iman)

“Kalau ini engga, ini ramai , emak-emak ramai kalau main ini,” katanya yang mengaku permainannya sudah laku hingga ribuan unit.

Setelah sukses dengan permainan Zimba, banyak yang bertanya bagaimana cara melihat langsung. Makanan  Zimba itu seperti apa sih?

“Akhirnya kita punya koperasi dan si koperasi bikin somay yang ternyata memiliki nilai gizi,”ujarnya.

Dengan pemahaman Zimba, Baban mengajak masyarakat jangan melihat makanannya, tetapi kandungan yang didalamnya seperti rengginang – renggining yang banyak diproduksi di Desa Tamansari.

“Bahan bakunya apa, ternyata bahan bakunya zat tenaga yang kuning, tepungnya menggunakan tepung beras dan beras ketan. Cincau, ada yang hijau, berarti bisa dibikin”, terangnya.

Yang dilakukan Baban dengan Kampung Zimba di Desa Tamansari dikatakannya bukan penyuluhan, melainkan mendampingi warga menjadi entrepreneur dengan cara lebih interaktif.

“Jadi saya fokus ke jalan keluar mereka ke omsetnya meningkat, pendidikan anaknya bagus, pokoknya kalau ada Zimba Land mereka skillnya bertambah”, ujarnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: