Kaum Milenieal Harus Jadi Pelopor Budaya di Daerahnya

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
23 Juli 2019   07:30

Komentar
Kaum Milenieal Harus Jadi Pelopor Budaya di Daerahnya

Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) 2019 (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dalam menyambut era industri 4.0, milenial Indonesia memiliki peranan penting dalam upaya pelindungan, pengembangan, pembinaan, serta pemanfaatan kebudayaan. Kaum muda atau milenial saat ini harus menjadi pelopor dalam melestarikan kebudayaan nasional yang beragam di daerahnya.

"Maju mundurnya kebudayaan tergantung kaum muda. Dan Kemah Budaya ini menjadi titik tolak untuk memajukan kebudayaan kita," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, dalam siaran pers di Jakarta, Senin (22/7).

Di hadapan peserta Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) tahun ini yang diselenggarakan di Candi Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mendikbud berharap kaum milenial yang berkumpul dalam KBKM dapat saling bertukar pengalaman baik, berkarya, dan membangun jaringan nasional. 

Baca Lainnya : Kemenristekdikti Dukung Mahasiswa Calon Pendidik Bangun Budaya Baca

"Bangun jaringan dari Prambanan ini. Kalau perlu Anda membuat semacam kelompok atau gerakan dari Prambanan ini untuk seluruh Indonesia. Anak muda energinya masih melimpah, daya imajinasinya masih tajam, kemudian punya daya jelajah yang sangat luas. Sehingga itu menjadi modal untuk berkarya yang baik, yang monumental," katanya.

Dikatakannya, kompetisi yang terjadi dalam KBKM difokuskan kepada upaya menumbuhkan semangat berkolaborasi. Indonesia ini akan menjadi negara kuat, berkembang menjadi bangsa yang maju, kalau kaum mudanya tidak sekadar mengedepankan kompetisi.

“Tetapi juga mengembangkan kolaborasi, kebersamaan, dan jaringan jaringan yang besar seluruh tanah air," ujarnya.

KBKM sendiri merupakan platform kerja yang menghimpun kaum muda berusia 18-28 tahun untuk turut serta menjawab berbagai tantangan pemajuan kebudayaan dengan memanfaatkan sains (science), teknologi (technology), rekayasa (engineering), seni (art), dan matematika (STEAM). Diselenggarakan pada 21-25 Juli 2019, KBKM pertama ini mengambil tajuk "Kaum Muda Berkarya, Indonesia Bahagia". 

Baca Lainnya : Membangun Budaya Sarung Generasi Milenial Melalui FSI 2019

KBKM 2019 diikuti 561 peserta yang tergabung dalam 132 kelompok dari 28 provinsi. Terdapat empat kelompok besar dalam KBKM 2019 yang mewakili ide besar yang diharapkan dapat diwujudkan sebagai solusi atas tantangan pemajuan kebudayaan, yakni Purwarupa Aplikasi (46 kelompok), Purwarupa Fisik (31 kelompok), Aktivasi Kajian (25 kelompok), dan Aktivasi Kegiatan (31 kelompok).

Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, mengungkapkan bahwa KBKM merupakan tindak lanjut Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) Tahun 2018.

"Kami lihat di dalam Kongres Kebudayaan itu minat dan keterlibatan anak muda sangat besar. Sayangnya, di kongres itu, anak muda yang berbicara masih terbatas," ujar Hilmar.

Hilmar menyampaikan, bahwa KBKM menjadi ruang berkumpul, berekspresi, serta menghadirkan solusi atas permasalahan-permasalahan yang menjadi tantangan pemajuan kebudayaan oleh kaum muda. Inisiatif yang digulirkan kaum muda dalam KBKM digagas sebagai jawaban atas satu atau lebih masalah dari Daftar Masalah Umum (DMU) Pokok Pikiran Kebudayaan (PPKD) Kabupaten/Kota. 

"Sekarang ini saatnya berkarya untuk mewujudkan Indonesia bahagia. Semua bekerja sama untuk memastikan nanti ada 12 yang terbaik," ujarnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: